Laman

Senin, 28 Februari 2011

Ingatlah Anda Tidak Lebih Dari Pelayan Kecil!

Televisi Fox Amerika pernah bertanya pada Presiden Iran Ahmadinejad : ”Saat anda bercermin di pagi hari, apa yang anda katakan pada diri anda?” Ahmadinejad menjawab, ”Saya melihat seseorang di cermin dan berkata padanya,

Ingatlah, anda tidak lebih dari seorang pelayan kecil. Di depanmu hari ini ada tanggungjawab besar dan itu adalah melayani bangsa Iran”.

Itulah kalimat pembuka penyiar TV memperkenalkan seorang Ahmadinejad. Ahmadinejad, Presiden Iran yang mencengangkan banyak orang ketika menyumbangkan karpet Istana Presiden (berkualitas tinggi tentunya) ke sebuah masjid di Teheran. Ia lalu mengganti karpet istana dengan karpet murah.

Mantan walikota Teheran itu menutup ruangan kedatangan tamu VIP karena dinilai terlalu besar. Ia lalu meminta sekretariat istana mengganti dengan ruangan sederhana dan mengisi dengan kursi kayu. Sekali lagi fakta yang mengesankan…!

Dalam beberapa kesempatan Presiden juga bergabung dengan petugas kebersihan kota untuk membersihkan jalan di sekitar rumah dan istana Presiden.

Dibawah kepemimpinan Ahmadinejad, setiap menteri yang diangkat selalu menandatangani perjanjian dengan banyak ketentuan, terutama yang ditekankan adalah agar setiap menteri tetap hidup sederhana . Seluruh rekening pribadi dan keluarganya akan diawasi dan kelak jika masa tugasa berakhir sang menteri harus menyerahkan jabatannya dengan kewibawaan . Caranya adalah agar dirinya dan keluarganya tidak memanfaatkan keuntungan sepeser pun dari jabatannya.

Ahmadijed juga mengumumkan bahwa kemewahan terbesar dirinya adalah mobil Peogeot 504 buatan tahun 1977dan sebuah rumah kecil warisan ayahnya 40 tahun lalu yang terletak di salah satu daerah miskin di Teheran. Rekening tabungannya nol dan penghasilan yang diterima hanyalah gaji sebagai dosen sebesar kurang dari Rp 2.500.000,-. (U$ 250)

Asal tahu saja Presiden tetap tinggal di rumahnya. Satu-satunya rumah miliknya, salah satu presiden Negara terpenting di dunia secara strategi, ekonomi, politik dan tentunya minyak dan pertahanannya.

Ahmadinejad bahkan tidak mengambil gajinya sebagai presiden (yang merupakan haknya). Alasannya seluruh kekayaan adalah milik Negara dan ia hanya bertugas menjaganya.

Hal lain yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yang selalu dibawa setiap hari. Isinya adalah bekal sarapan, beberapa potong roti sandwinch dengan minyak zaitun dan keju . Ahmadinejad menyantap dengan nikmat makanan buatan isteri tersebut Di sisi lain ia menghentikan semua makanan istimewa yang biasa disediakan untuk presiden.

Ahmadinejad juga mengalihkan pesawat kepresidenan menjadi pesawat angkutan barang (cargo) dengan alasan untuk menghemat pengeluaran Negara. Presien juga memilih terbang dengan pesawat biasa di kelas ekonomi.

Ahmadinejad selalu melakukan rapat dengan para menteri kabinetnya untuk memantau semua aktivitas. Semua menteri bisa masuk ke ruangannya tanpa harus izin.Ia juga menghapus semua acara seremonial seperti red carpet, foto-foto dan iklan pribadi ketika jika mengunjungi Negara lain.

Jikalau harus menginap di hotel ia selalu memastikan untuk tidak tidur dengan ruangan dan tempat tidur mewah. Alasannya ia tidak tidur di tempat tidur tetapi tidur di lantai beralaskan matras sederhana dan sepotong selimut.
Apakah semua tindakan dan kelakuan presiden menimbulkan rasa tidak hormat?


Coba bandingkan dengan foto-foto berikut. Ahmadinejad tidur di ruang tamu selepas dijaga pengawal kepresidenan seharian kemanapun ia pergi. Foto ini dibuat oleh adiknya dan diterbitkan harian Wifaq yang sehari kemudian menyebar di majalah dan Koran seluruh dunia terutama Amerika Serikat.

Saat shalat berjamaah di masjid Presiden tidak duduk di shaf pertama.

Foto terakhir adalah presiden sedang menikmati makan di ruang makan

Ehmm…..
Bagaimana dengan Presiden dan pejabat-pejabat serta anggota MPR/DPR kita?

"Allah mencintai orang yang hidup sederhana!"

Sumber : http://sijaketbiru.info/motivasi/ingatlah-anda-tidak-lebih-dari-pelayan-kecil/ 




Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Catatan ini kami tujukan untuk kami pada khususnya
dan untuk semua pembaca pada umumnya...
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan... Amin
Wassalam...

Semoga Bermanfaat...
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut Anda note ini bermanfaat...

Lampirkan sumbernya ya... Syukron

PENGORBANAN, Idul Adha, Idul Qurban dan Hukum-Hukum Qurban


Tinta sejarah yang terukir dalam kisah Ibrahim itu bukanlah sekadar cerita pengantar tidur yang tanpa makna. Ia merupakan suatu peringatan dan pelajaran (ibrah) bagi mereka yang memiliki mata hati (ulul abshar). Peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim dan keluarganya mengisyaratkan nilai yang teramat agung yakni cinta sejati kepada Allah. Cinta yang melahirkan ketundukan dan kepatuhan yang dibuktikan dengan pengorbanan yang tulus ikhlas.

Pengorbanan, merupakan realisasi dari cinta kepada Sang Pencipta. Bagi kita orang-orang yang mengaku mukmin, sejarah kecintaan, pengabdian dan pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim a.s. dan keluarganya merupakan teladan bagaimana seharusnya seorang hamba menyambut panggilan dan tugas-tugas dari Allah.

Semangat kesedaran untuk berkorban yang diwariskan oleh Nabi Ibrahim a.s. ini harus selalu kita tumbuh suburkan, sehingga kelak akan meningkatkan darjat ketaqwaan kita di hadapan Allah swt. Kita tidak boleh berhenti berkorban sebelum ajal datang. Selama hayat masih dikandung badan, selama itu pula semangat berkorban yang dilandasi cinta kepada Allah, harus selalu menggelora di dada kita.

Harta yang kita miliki jabatan yang kita sandang, kedudukan yang kita dapat, anak-anak yang cerdas serta shaleh, rumah yang bagus dan lain-lain, semuanya datang dari Allah. Oleh itu, hendaklah kita kembalikan untuk berkorban dan berjuang di jalanNya. Bukankah kita menyedari, bahawa sebesar apapun harta, tenaga, fikiran dan jiwa yang kita korbankan masih sedikit berbanding dengan nikmat yang dikaruniakan oleh Allah kepada kita. Terlalu banyak ni’mat yang telah kita rasakan, namun masih terlalu sedikit pengorbanan yang kita berikan di jalan Allah.

Marilah kita semak sejenak pengorbanan yang telah diberikan oleh para pendahulu kita, dari kalangan anbiya' dan salafus shaleh. Nabi Yahya a.s. syahid di tiang gantungan, Nabi Zakaria a.s. digergaji tubuhnya. Imam Malik dipenjara, diikat dan dicambuk oleh penguasa zhalim sampai sendi-sendi tulangnya nyaris putus. Bahkan beliau dipaksa berjalan kaki di padang pasir yang terik selama dua bulan dari Yaman sampai Baghdad. Imam Nawawi diusir dari tanah airnya. Imam Abu Hanitah dipaksa minum racun setelah sebelumnya dipenjara dan dirantai lehernya dengan besi. Di abad dua puluh ini, Imam Hasan al Banna syahid ditembak di tengah jalan raya, Sayyid Qutub syahid di tiang gantungan, Abdullah Azzam syahid di medan jihad Afghanistan, dan Iain-lain yang kesemuanya lantaran amat sangat cintanya kepada Allah swt. Sehingga mereka sanggup mengorbankan apa saja demi yang dicintainya.

Demikianlah pengorbanan yang telah dipentaskan oleh para pendahulu kita. Maka menjadi tugas kita untuk meneruskan mata rantai perjuangan/pengorbanan ini. Sekarang kita harus mempersiapkan diri untuk menjadi Ibrahim, Ismail atau Hajar untuk generasi kini dan yang akan datang. Sedia berkorban demi tercapainya cinta dan kasih sayang Allah. Ruhul tahdiah (semangat/jiwa berkorban) harus selalu kita miliki dan kita tumbuhkan agar 'izzul Islam wal Muslimin segera dapat terwujud.

Sumber : http://ayiethedance.blogspot.com/feeds/posts/default



PENGERTIAN QURBAN
Kata kurban atau korban, berasal dari bahasa Arab qurban, diambil dari kata : qaruba (fi’il madhi) - yaqrabu (fi’il mudhari’) – qurban wa qurbaanan (mashdar).Artinya, mendekati atau menghampiri (Matdawam, 1984).
Menurut istilah, qurban adalah segala sesuatu yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah baik berupa hewan sembelihan maupun yang lainnya (Ibrahim Anis et.al, 1972).

Dalam bahasa Arab, hewan kurban disebut juga dengan istilah udh-hiyah atau adh-dhahiyah, dengan bentuk jamaknya al adhaahi. Kata ini diambil dari kata dhuha, yaitu waktu matahari mulai tegak yang disyariatkan untuk melakukan penyembelihan kurban, yakni kira-kira pukul 07.00 – 10.00 (Ash Shan’ani, Subulus Salam IV/89). Udh-hiyah adalah hewan kurban (unta, sapi, dan kambing) yang disembelih pada hari raya Qurban dan hari-hari tasyriq sebagai taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah (Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah XIII/155; Al Jabari, 1994). 

Hukum Qurban
Qurban hukumnya sunnah, tidak wajib. Imam Malik, Asy Syafi’i, Abu Yusuf, Ishak bin Rahawaih, Ibnul Mundzir, Ibnu Hazm dan lainnya berkata,”Qurban itu hukumnya sunnah bagi orang yang mampu (kaya), bukan wajib, baik orang itu berada di kampung halamannya (muqim), dalam perjalanan (musafir), maupun dalam mengerjakan haji.” (Matdawam, 1984)

Sebagian mujtahidin –seperti Abu Hanifah, Al Laits, Al Auza’i, dan sebagian pengikut Imam Malik— mengatakan qurban hukumnya wajib. Tapi pendapat ini dhaif (lemah) (Matdawam, 1984).

Ukuran “mampu” berqurban, hakikatnya sama dengan ukuran kemampuan shadaqah, yaitu mempunyai kelebihan harta (uang) setelah terpenuhinya kebutuhan pokok (al hajat al asasiyah) –yaitu sandang, pangan, dan papan-- dan kebutuhan penyempurna (al hajat al kamaliyah) yang lazim bagi seseorang. Jika seseorang masih membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, maka dia terbebas dari menjalankan sunnah qurban (Al Jabari, 1994)

Dasar kesunnahan qurban antara lain, firman Allah SWT :
Maka dirikan (kerjakan) shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah.” (TQS Al Kautsar : 2)

Aku diperintahkan (diwajibkan) untuk menyembelih qurban, sedang qurban itu bagi kamu adalah sunnah." (HR. At Tirmidzi)

Telah diwajibkan atasku (Nabi SAW) qurban dan ia tidak wajib atas kalian.” (HR. Ad Daruquthni)

Dua hadits di atas merupakan qarinah (indikasi/petunjuk) bahwa qurban adalah sunnah. Firman Allah SWT yang berbunyi “wanhar” (dan berqurbanlah kamu) dalam surat Al Kautas ayat 2 adalah tuntutan untuk melakukan qurban (thalabul fi’li). Sedang hadits At Tirmidzi, “umirtu bi an nahri wa huwa sunnatun lakum” (aku diperintahkan untuk menyembelih qurban, sedang qurban itu bagi kamu adalah sunnah), juga hadits Ad Daruquthni “kutiba ‘alayya an nahru wa laysa biwaajibin ‘alaykum” (telah diwajibkan atasku qurban dan ia tidak wajib atas kalian); merupakan qarinah bahwa thalabul fi’li yang ada tidak bersifat jazim (keharusan), tetapi bersifat ghairu jazim (bukan keharusan). Jadi, qurban itu sunnah, tidak wajib. Namun benar, qurban adalah wajib atas Nabi SAW, dan itu adalah salah satu khususiyat beliau (lihat Rifa’i et.al., Terjemah Khulashah Kifayatul Akhyar, hal. 422).

Orang yang mampu berqurban tapi tidak berqurban, hukumnya makruh. Sabda Nabi SAW :
Barangsiapa yang mempunyai kemampuan tetapi ia tidak berqurban, maka janganlah sekali-kali ia menghampiri tempat shalat kami.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Al Hakim, dari Abu Hurairah RA. Menurut Imam Al Hakim, hadits ini shahih. Lihat Subulus Salam IV/91)

Perkataan Nabi “fa laa yaqrabanna musholaanaa” (janganlah sekali-kali ia menghampiri tempat shalat kami) adalah suatu celaan (dzamm), yaitu tidak layaknya seseorang –yang tak berqurban padahal mampu-- untuk mendekati tempat sholat Idul Adh-ha. Namun ini bukan celaan yang sangat/berat (dzamm syanii’) seperti halnya predikat fahisyah (keji), atau min ‘amalisy syaithan (termasuk perbuatan syetan), atau miitatan jaahiliyatan (mati jahiliyah) dan sebagainya. Lagi pula meninggalkan sholat Idul Adh-ha tidaklah berdosa, sebab hukumnya sunnah, tidak wajib. Maka, celaan tersebut mengandung hukum makruh, bukan haram (lihat ‘Atha` ibn Khalil, Taysir Al Wushul Ila Al Ushul, hal. 24; Al Jabari, 1994).

Namun hukum qurban dapat menjadi wajib, jika menjadi nadzar seseorang, sebab memenuhi nadzar adalah wajib sesuai hadits Nabi SAW :
Barangsiapa yang bernadzar untuk ketaatan (bukan maksiat) kepada Allah, maka hendaklah ia melaksanakannya.” (lihat Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah XIII/157).

Qurban juga menjadi wajib, jika seseorang (ketika membeli kambing, misalnya) berkata,”Ini milik Allah,” atau “Ini binatang qurban.” (Sayyid Sabiq, 1987; Al Jabari, 1994).


Keutamaan Qurban
Berqurban merupakan amal yang paling dicintai Allah SWT pada saat Idul Adh-ha. Sabda Nabi SAW :
Tidak ada suatu amal anak Adam pada hari raya Qurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih qurban.” (HR. At Tirmidzi) (Abdurrahman, 1990)

Berdasarkan hadits itu Imam Ahmad bin Hambal, Abuz Zanad, dan Ibnu Taimiyah berpendapat,”Menyembelih hewan pada hari raya Qurban, aqiqah (setelah mendapat anak), dan hadyu (ketika haji), lebih utama daripada shadaqah yang nilainya sama.” (Al Jabari, 1994).
Tetesan darah hewan qurban akan memintakan ampun bagi setiap dosa orang yang berqurban. Sabda Nabi SAW :

Hai Fathimah, bangunlah dan saksikanlah qurbanmu. Karena setiap tetes darahnya akan memohon ampunan dari setiap dosa yang telah kaulakukan...” (lihat Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah XIII/165)

WAKTU dan TEMPAT QURBAN
a.Waktu
Qurban dilaksanakan setelah sholat Idul Adh-ha tanggal 10 Zulhijjah, hingga akhir hari Tasyriq (sebelum maghrib), yaitu tanggal 13 Zulhijjah. Qurban tidak sah bila disembelih sebelum sholat Idul Adh-ha. Sabda Nabi SAW :
Barangsiapa menyembelih qurban sebelum sholat Idul Adh-ha (10 Zulhijjah) maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa menyembelih qurban sesudah sholat Idul Adh-ha dan dua khutbahnya, maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan ibadahnya (berqurban) dan telah sesuai dengan sunnah (ketentuan) Islam.” (HR. Bukhari)

Sabda Nabi SAW :
Semua hari tasyriq (tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah) adalah waktu untuk menyembelih qurban.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

Menyembelih qurban sebaiknya pada siang hari, bukan malam hari pada tanggal-tanggal yang telah ditentukan itu. Menyembelih pada malam hari hukumnya sah, tetapi makruh. Demikianlah pendapat para imam seperti Imam Abu Hanifah, Asy Syafi’i, Ahmad, Abu Tsaur, dan jumhur ulama (Matdawam, 1984).

Perlu dipahami, bahwa penentuan tanggal 10 Zulhijjah adalah berdasarkan ru`yat yang dilakukan oleh Amir (penguasa) Makkah, sesuai hadits Nabi SAW dari sahabat Husain bin Harits Al Jadali RA (HR. Abu Dawud, Sunan Abu Dawud hadits no.1991). Jadi, penetapan 10 Zulhijjah tidak menurut hisab yang bersifat lokal (Indonesia saja misalnya), tetapi mengikuti ketentuan dari Makkah. Patokannya, adalah waktu para jamaah haji melakukan wukuf di Padang Arafah (9 Zulhijjah), maka keesokan harinya berarti 10 Zulhijjah bagi kaum muslimin di seluruh dunia.

b.Tempat
Diutamakan, tempat penyembelihan qurban adalah di dekat tempat sholat Idul Adh-ha dimana kita sholat (misalnya lapangan atau masjid), sebab Rasulullah SAW berbuat demikian (HR. Bukhari). Tetapi itu tidak wajib, karena Rasulullah juga mengizinkan penyembelihan di rumah sendiri (HR. Muslim). Sahabat Abdullah bin Umar RA menyembelih qurban di manhar, yaitu pejagalan atau rumah pemotongan hewan (Abdurrahman, 1990).


HEWAN QURBAN
a.Jenis Hewan
Hewan yang boleh dijadikan qurban adalah : unta, sapi, dan kambing (atau domba). Selain tiga hewan tersebut, misalnya ayam, itik, dan ikan, tidak boleh dijadikan qurban (Sayyid Sabiq, 1987; Al Jabari, 1994). Allah SWT berfirman :
...supaya mereka menyebut nama Allah terhadap hewan ternak (bahimatul an’am) yang telah direzekikan Allah kepada mereka.” (TQS Al Hajj : 34)

Dalam bahasa Arab, kata bahimatul an’aam (binatang ternak) hanya mencakup unta, sapi, dan kambing, bukan yang lain (Al Jabari, 1994).

Prof. Mahmud Yunus dalam kitabnya Al Fiqh Al Wadhih III/3 membolehkan berkurban dengan kerbau (jamus), sebab disamakan dengan sapi.

b.Jenis Kelamin
Dalam berqurban boleh menyembelih hewan jantan atau betina, tidak ada perbedaan, sesuai hadits-hadits Nabi SAW yang bersifat umum mencakup kebolehan berqurban dengan jenis jantan dan betina, dan tidak melarang salah satu jenis kelamin (Sayyid Sabiq, 1987; Abdurrahman, 1990)

c.Umur
Sesuai hadits-hadits Nabi SAW, dianggap mencukupi, berqurban dengan kambing/domba berumur satu tahun masuk tahun kedua, sapi (atau kerbau) berumur dua tahun masuk tahun ketiga, dan unta berumur lima tahun (Sayyid Sabiq, 1987; Mahmud Yunus, 1936).

d.Kondisi
Hewan yang dikurbankan haruslah mulus, sehat, dan bagus. Tidak boleh ada cacat atau cedera pada tubuhnya. Sudah dimaklumi, qurban adalah taqarrub kepada Allah. Maka usahakan hewannya berkualitas prima dan top, bukan kualitas sembarangan (Rifa’i et.al, 1978)

Berdasarkan hadits-hadits Nabi SAW, tidak dibenarkan berkurban dengan hewan :
  1. yang nyata-nyata buta sebelah,
  2. yang nyata-nyata menderita penyakit (dalam keadaan sakit),
  3. yang nyata-nyata pincang jalannya,
  4. yang nyata-nyata lemah kakinya serta kurus,
  5. yang tidak ada sebagian tanduknya,
  6. yang tidak ada sebagian kupingnya,
  7. yang terpotong hidungnya,
  8. yang pendek ekornya (karena terpotong/putus),
  9. yang rabun matanya. (Abdurrahman, 1990; Al Jabari, 1994; Sayyid Sabiq. 1987).

Hewan yang dikebiri boleh dijadikan qurban. Sebab Rasulullah pernah berkurban dengan dua ekor kibasy yang gemuk, bertanduk, dan telah dikebiri (al maujuu’ain) (HR. Ahmad dan Tirmidzi) (Abdurrahman, 1990)

QURBAN SENDIRI dan PATUNGAN
Seekor kambing berlaku untuk satu orang. Tak ada qurban patungan (berserikat) untuk satu ekor kambing. Sedangkan seekor unta atau sapi, boleh patungan untuk tujuh orang (HR. Muslim). Lebih utama, satu orang berqurban satu ekor unta atau sapi.

Jika murid-murid sebuah sekolah, atau para anggota sebuah jamaah pengajian iuran uang lalu dibelikan kambing, dapatkah dianggap telah berqurban ? Menurut pemahaman kami, belum dapat dikategorikan qurban, tapi hanya latihan qurban. Sembelihannya sah, jika memenuhi syarat-syarat penyembelihan, namun tidak mendapat pahala qurban. Wallahu a’lam. Lebih baik, pihak sekolah atau pimpinan pengajian mencari siapa yang kaya dan mampu berqurban, lalu dari merekalah hewan qurban berasal, bukan berasal dari iuran semua murid tanpa memandang kaya dan miskin. Islam sangat adil, sebab orang yang tidak mampu memang tidak dipaksa untuk berqurban.

Perlu ditambahkan, bahwa dalam satu keluarga (rumah), bagaimana pun besarnya keluarga itu, dianjurkan ada seorang yang berkurban dengan seekor kambing. Itu sudah memadai dan syiar Islam telah ditegakkan, meskipun yang mendapat pahala hanya satu orang, yaitu yang berkurban itu sendiri. Hadits Nabi SAW :
Dianjurkan bagi setiap keluarga menyembelih qurban.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, An Nasa`i, dan Ibnu Majah)

TEKNIS PENYEMBELIHAN
Teknis penyembelihan adalah sebagai berikut :
  1. Hewan yang akan dikurbankan dibaringkan ke sebelah rusuknya yang kiri dengan posisi mukanya menghadap ke arah kiblat, diiringi dengan membaca doa “Robbanaa taqabbal minnaa innaka antas samii’ul ‘aliim.(Artinya : Ya Tuhan kami, terimalah kiranya qurban kami ini, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.)
  2. Penyembelih meletakkan kakinya yang sebelah di atas leher hewan, agar hewan itu tidak menggerak-gerakkan kepalanya atau meronta.
  3. Penyembelih melakukan penyembelihan, sambil membaca : “Bismillaahi Allaahu akbar.” (Artinya : Dengan nama Allah, Allah Maha Besar). (Dapat pula ditambah bacaan shalawat atas Nabi SAW. Para penonton pun dapat turut memeriahkan dengan gema takbir “Allahu akbar!”)
  4. Kemudian penyembelih membaca doa kabul (doa supaya qurban diterima Allah) yaitu : “Allahumma minka wa ilayka. Allahumma taqabbal min ...” (sebut nama orang yang berkurban). (Artinya : Ya Allah, ini adalah dari-Mu dan akan kembali kepada-Mu. Ya Allah, terimalah dari....) (Ad Dimasyqi, 1993; Matdawam, 1984; Rifa’i et.al., 1978; Rasjid, 1990)

Penyembelihan, yang afdhol dilakukan oleh yang berqurban itu sendiri, sekali pun dia seorang perempuan. Namun boleh diwakilkan kepada orang lain, dan sunnah yang berqurban menyaksikan penyembelihan itu (Matdawam, 1984; Al Jabari, 1994).

Dalam penyembelihan, wajib terdapat 4 (empat) rukun penyembelihan, yaitu :
  1. Adz Dzaabih (penyembelih), yaitu setiap muslim, meskipun anak-anak, tapi harus yang mumayyiz (sekitar 7 tahun). Boleh memakan sembelihan Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani), menurut mazhab Syafi’i. Menurut mazhab Hanafi, makruh, dan menurut mazhab Maliki, tidak sempurna, tapi dagingnya halal. Jadi, sebaiknya penyembelihnya muslim. (Al Jabari, 1994).
  2. Adz Dzabiih, yaitu hewan yang disembelih.Telah diterangkan sebelumnya.
  3. Al Aalah, yaitu setiap alat yang dengan ketajamannya dapat digunakan menyembelih hewan, seperti pisau besi, tembaga, dan lainnya. Tidak boleh menyembelih dengan gigi, kuku, dan tulang hewan (HR. Bukhari dan Muslim).
  4. Adz Dzabh, yaitu penyembelihannya itu sendiri. Penyembelihan wajib memutuskan hulqum (saluran nafas) dan mari` (saluran makanan). (Mahmud Yunus, 1936)

PEMANFAATAN DAGING QURBAN
Sesudah hewan disembelih, sebaiknya penanganan hewan qurban (pengulitan dan pemotongan) baru dilakukan setelah hewan diyakini telah mati. Hukumnya makruh menguliti hewan sebelum nafasnya habis dan aliran darahnya berhenti (Al Jabari, 1994). Dari segi fakta, hewan yang sudah disembelih tapi belum mati, otot-ototnya sedang berkontraksi karena stress. Jika dalam kondisi demikian dilakukan pengulitan dan pemotongan, dagingnya akan alot alias tidak empuk. Sedang hewan yang sudah mati otot-ototnya akan mengalami relaksasi sehingga dagingnya akan empuk.

Setelah penanganan hewan qurban selesai, bagaimana pemanfaatan daging hewan qurban tersebut ? Ketentuannya, disunnahkan bagi orang yang berqurban, untuk memakan daging qurban, dan menyedekahkannya kepada orang-orang fakir, dan menghadiahkan kepada karib kerabat. Nabi SAW bersabda :
“Makanlah daging qurban itu, dan berikanlah kepada fakir-miskin, dan simpanlah.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, hadits shahih)

Berdasarkan hadits itu, pemanfaatan daging qurban dilakukan menjadi tiga bagian/cara, yaitu : makanlah, berikanlah kepada fakir miskin, dan simpanlah. Namun pembagian ini sifatnya tidak wajib, tapi mubah (lihat Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid I/352; Al Jabari, 1994; Sayyid Sabiq, 1987).

Orang yang berqurban, disunnahkan turut memakan daging qurbannya sesuai hadits di atas. Boleh pula mengambil seluruhnya untuk dirinya sendiri. Jika diberikan semua kepada fakir-miskin, menurut Imam Al Ghazali, lebih baik. Dianjurkan pula untuk menyimpan untuk diri sendiri, atau untuk keluarga, tetangga, dan teman karib (Al Jabari, 1994; Rifa’i et.al, 1978).

Akan tetapi jika daging qurban sebagai nadzar, maka wajib diberikan semua kepada fakir-miskin dan yang berqurban diharamkan memakannya, atau menjualnya (Ad Dimasyqi, 1993; Matdawam, 1984)

Pembagian daging qurban kepada fakir dan miskin, boleh dilakukan hingga di luar desa/tempat dari tempat penyembelihan (Al Jabari, 1994).

Bolehkah memberikan daging qurban kepada non-muslim ? Ibnu Qudamah (mazhab Hambali) dan yang lainnya (Al Hasan dan Abu Tsaur, dan segolongan ulama Hanafiyah) mengatakan boleh. Namun menurut Imam Malik dan Al Laits, lebih utama diberikan kepada muslim (Al Jabari, 1994).

Penyembelih (jagal), tidak boleh diberi upah dari qurban. Kalau mau memberi upah, hendaklah berasal dari orang yang berqurban dan bukan dari qurban (Abdurrahman, 1990). Hal itu sesuai hadits Nabi SAW dari sahabat Ali bin Abi Thalib RA:
“...(Rasulullah memerintahkan kepadaku) untuk tidak memberikan kepada penyembelih sesuatu daripadanya (hewan qurban).“ (HR. Bukhari dan Muslim) (Al Jabari, 1994)

Tapi jika jagal termasuk orang fakir atau miskin, dia berhak diberi daging qurban. Namun pemberian ini bukan upah karena dia jagal, melainkan sedekah karena dia miskin atau fakir (Al Jabari, 19984).

Menjual kulit hewan adalah haram, demikianlah pendapat jumhur ulama (Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid I/352). Dalilnya sabda Nabi SAW :
Dan janganlah kalian menjual daging hadyu (qurban orang haji) dan daging qurban. Makanlah dan sedekahkanlah dagingnya itu, ambillah manfaat kulitnya, dan jangan kamu menjualnya...” (HR. Ahmad) (Matdawam, 1984).

Sebagian ulama seperti segolongan penganut mazhab Hanafi, Al Hasan, dan Al Auza’i membolehkannya. Tapi pendapat yang lebih kuat, dan berhati-hati (ihtiyath), adalah janganlah orang yang berqurban menjual kulit hewan qurban. Imam Ahmad bin Hambal sampai berkata,”Subhanallah ! Bagaimana harus menjual kulit hewan qurban, padahal ia telah dijadikan sebagai milik Allah ?” (Al Jabari, 1994).

Kulit hewan dapat dihibahkan atau disedekahkan kepada orang fakir dan miskin. Jika kemudian orang fakir dan miskin itu menjualnya, hukumnya boleh. Sebab –menurut pemahaman kami-- larangan menjual kulit hewan qurban tertuju kepada orang yang berqurban saja, tidak mencakup orang fakir atau miskin yang diberi sedekah kulit hewan oleh orang yang berqurban. Dapat juga kulit hewan itu dimanfaatkan untuk kemaslahatan bersama, misalnya dibuat alas duduk dan sajadah di masjid, kaligrafi Islami, dan sebagainya.

PENUTUP
Kami ingin menutup risalah sederhana ini, dengan sebuah amanah penting : hendaklah orang yang berqurban melaksanakan qurban karena Allah semata. Jadi niatnya haruslah ikhlas lillahi ta’ala, yang lahir dari ketaqwaan yang mendalam dalam dada kita. Bukan berqurban karena riya` agar dipuji-puji sebagai orang kaya, orang dermawan, atau politisi yang peduli rakyat, dan sebagainya. Sesungguhnya yang sampai kepada Allah SWT adalah taqwa kita, bukan daging dan darah qurban kita. Allah SWT berfirman :
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwaan daripada kamulah yang mencapainya.” (TQS Al Hajj : 37)

Sumber : http://firmansyah-rodapedati.blogspot.com/2010/10/idul-adha-idul-qurban.html


“Tidak ada hari-hari yang di dalamnya amalan yang paling dicintai oleh Allah kecuali hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah” Para shahabat bertanya “Wahai Rasulullah, apakah amal-amal shalih pada hari-hari tersebut lebih dicintai oleh Allah dari pada jihad fii sabilillah ?” Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda : ”Ya, kecuali seseorang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak kembali dari jihad tersebut dengan sesuatu apapun”  

Segala puji bagi Allah سبحانه وتعلى, salam dan salawat kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم serta shahabat-shahabat beliau.

Dalil tentang keutamaan 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah :
  1. Firman Allah سبحانه وتعلى وَالْفَجْر وَلَيَالٍ عَشْر الفجرDemi fajar dan malam yang sepuluh” (QS. Al Fajr :1-2). Sebahagian besar ahli tafsir menafsirkan bahwa makna “Malam yang sepuluh” adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Dan sumpah Allah سبحانه وتعلى atas waktu tersebut menunjukkan keagungan dan keutamaannnya (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 4:535 dan Zaadul Maad 1:56)
  2. Diriwayatkan dari shahabat Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :Tidak ada hari-hari yang di dalamnya amalan yang paling dicintai oleh Allah kecuali hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah” Para shahabat bertanya “Wahai Rasulullah, apakah amal-amal shalih pada hari-hari tersebut lebih dicintai oleh Allah dari pada jihad fii sabilillah ?” Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda : ”Ya, kecuali seseorang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak kembali dari jihad tersebut dengan sesuatu apapun” (HR. Bukhari)
  3. Dan diriwayatkan dari Imam Ahmad -rahimahullah- dari Ibnu Umar dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :"Tidak ada hari-hari yang lebih agung dan amal shalih yang lebih dicintai oleh Allah padanya, melebihi sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, maka perbanyaklah pada hari itu tahlil لا إله إلا الله, Takbir الله أكبر dan Tahmid الحمد لله".
  4. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Qurath Radhiyallahu Anhu beliau berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda : ”Hari yang paling afdhal / utama (dalam setahun) adalah hari raya qurban (10 Dzuulhijjah)” (HSR. Ibnu Hibban)
  5. Jika seseorang bertanya :”Yang manakah yang lebih afdhal sepuluh terakhir di bulan Ramadhan ataukah sepuluh awal bulan Dzulhijjah ?” Imam Ibnul Qayyim –rahimahullah- berkata “Jika dilihat pada waktu malamnya, maka sepuluh terakhir bulan Ramadhan lebih utama dan jika dilihat waktu siangnya, maka sepuluh awal bulan Dzulhijjah lebih utama” (Lihat Zaadul Ma’ad 1:57)

Amalan Yang Disyariatkan Pada Hari-hari Tersebut
  1. Melaksanakan ibadah haji dan umrah. Kedua ibadah inilah yang paling utama dilaksanakan pada hari-hari tersebut, sebagaimana yang ditunjukkan dalam hadits, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda : ”Umrah yang satu ke umrah yang lainnya merupakan kaffarat (penghapus dosa-dosa) diantara keduanya, sedang haji mabrur, tidak ada balasan baginya kecuali Syurga” (HR. Bukhari dan Muslim)
  2. Berpuasa pada hari-hari tersebut atau beberapa hari diantaranya (sesuai kesanggupan) terutama pada hari Arafah (9 Dzulhijjah). Tidak diragukan lagi bahwa ibadah puasa merupakan salah satu amalan yang paling afdhal dan salah satu amalan yang dilebihkan oleh Allah سبحانه وتعلى dari amalan-amalan shalih lainnya, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Rasululllah صلى الله عليه وسلم bersabda :“Tidaklah seseorang berpuasa satu hari di jalan Allah melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari Neraka (karena puasanya) sejauh 70 tahun perjalanan” (HR. Bukhari dan Muslim) Khusus tentang puasa Arafah, diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda” Berpuasa di hari Arafah ( 9 Dzulhijjah ) menghapuskan dosa tahun lalu dan dosa tahun yang akan datang”
  3. Memperbanyak takbir dan dzikir pada hari-hari tersebut. Sebagaimana firman Allah سبحانه وتعلى : …وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ “…Supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan..” (QS. Al Hajj: 28). Tafsiran dari “Hari-hari yang telah ditentukan” adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah . Oleh kerena itu para ulama kita menyunnahkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut. Dan penafsiran itu dikuatkan pula dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas secara marfu’ : “…maka perbanyaklah tahlil, takbir dan tahmid pada hari-hari tersebut” (HSR. Ath Thabrany). Dan diriwayatkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radiyallahu Anhu ketika keduanya keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah mereka berdua berakbir, maka orang-orang pun ikut berakbir sebagaimana takbir mereka berdua (R. Bukhari) Dan Ishaq bin Rahowaih –rahimahullah- meriwayatkan dari para ahli fiqh dari kalangan tabi’in bahwa mereka –rahimahumullah- mengucapkan pada hari-hari tersebut : Disunnahkan mengangkat suara saat bertakbir, baik ketika di pasar, rumah, jalan, masjid dan tempat-tempat lainnya, Allah سبحانه وتعلى berfirman : …وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ “…Dan hendaklah kalian mengagungkan Allah (dengan berakbir kepadaNya) atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu…” (QS. Al Baqarah :185). Namun perlu diperhatikan bahwa takbir tidak boleh dilakukan secara berjama’ah yaitu berkumpul-kumpul lalu bertakbir secara serempak, karena hal tersebut tidak pernah dikerjakan oleh para ulama salaf, namun hendaknya setiap orang bertakbir, bertahmid dan bertasbih dengan apa saja yang mudah baginya secara sendiri-sediri. Dan cara seperti ini berlaku pula pada seluruh jenis dzikir dan do’a.
  4. Bertaubat dan menjauhi kemaksiatan serta seluruh dosa agar mendapatkan maghfirah dan rahmat dari Allah سبحانه وتعلى. Hal ini penting dilakukan karena kemaksiatan merupakan penyebab ditolaknya dan jauhnya seseorang dari rahmat Allah سبحانه وتعلى, sebaliknya ketaatan merupakan sebab kedekatan dan kecintaan Allah سبحانه وتعلى kepada seseorang. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda : ”Sungguh Allah itu cemburu dan kecemburuan Allah apabila seseorang melakukan apa yang Allah haramkan atasnya” (HR. Bukhari dan Muslim)
  5. Memperbanyak amalan-amalan shalih berupa ibadah-ibadah sunnat seperti shalat, jihad, membaca Al Qur’an, amar ma’ruf nahi munkar dan yang semacamnya. Karena amalan tersebut akan dilipatgandakan pahalanya jika dilakukan pada hari-hari tersebut, hingga ibadah yang kecil pun jika dilakukan pada hari-hari tersebut akan lebih utama dan lebih dicintai oleh Allah سبحانه وتعلى dari pada ibadah yang besar yang dilakukan pada waktu yang lain. Contohnya, jihad, yang merupakan seutama-utama amal, namun akan dikalahkan oleh amal-amal shalih yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulah Dzulhijjah, kecuali orang yang mendapat syahid.
  6. Disyariatkan pada hari-hari tersebut bertakbir di setiap waktu, baik itu siang maupun malam, terutama ketika selesai shalat berjama’ah di masjid. Takbir ini dimulai sejak Shubuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji, sedang bagi jama’ah haji maka dimulai sejak Zhuhur hari penyembelihan (10 Dzulhijjah) Adapun akhir dari waktu bertakbir adalah pada hari terakhir dari hari-hari Tasyrik (13 Dzulhijjah)
  7. Memotong hewan qurban (Udhiyah) bagi yang mampu pada hari raya qurban (10 Dzulhijjah) dan hari-hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah). Hal ini merupakan sunnah bapak kita Ibrahim Alaihissalam ketika Allah سبحانه وتعلى mengganti anak beliau dengan seekor sembelihan yang besar. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم berqurban dengan dua komba jantan yang keduanya berwarna putih bercampur hitam dan bertanduk, Beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri sambil membaca basmalah dan bertakbir. Bagi orang yang berniat untuk berqurban hendaknya tidak memotong rambut dan kukunya sampai dia berqurban, diriwayatkan dari Umu Salamah, Rasulullah bersabda: “Jika kalian telah melihat awal bulan Dzulhijjah dan salah seorang diantara kalian berniat untuk menuyembelih hewan qurban maka hendaknya dia menahan rambut dan kukunya” Diriwayat lain disebutkan:”Maka janganlah dia (memotong) rambut dan kuku-kukunya sehingga dia berqurban”. Kemungkinan larangan tersebut untuk menyerupai orang yang menggiring (membawa) qurban sembelihan saat melakukan ibadah haji, sebagaimana firman Allah سبحانه وتعلى :  وَلاَ تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ … “…Dan janganlah kamu mencukur kepalamu sebaelum qurban sampai di termpat penyembelihannya…” (QS. Al Baqarah :196). Namun demikian tidak mengapa bagi orang yang akan berqurban untuk mencuci atau menggosok rambutnya meskipun terjatuh sehelai atau beberapa helai dari rambutnya.
  8. Melaksanakan shalat ‘Ied berjama’ah sekaligus mendengarkan khutbah dan mengabil manfaat darinya, yaitu sebagai hari kesyukuran dan untuk mengamalkan kebaikan. Karenanya janganlah seseorang menjadikan hari ‘Ied untuk berbuat kejahatan dan kesombongan. Serta jangan pula menjadikannya sebagai kesempatan untuk bermaksiat kepada Allah سبحانه وتعلى dengan mendengarkan nyanyian-nyanyian, alat-alat yang melalaikan(seperti alat-alat musik) minuman keras dan yang semacamnya. Karena perbuatan-perbuatan seperti itu bisa menjadi penyebab terhapusnya amal-amal shalih yang telah dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan tersebut . Dari seluruh yang telah dipaparkan dan dijelaskan di atas maka sudah sepantasnya bagi setiap muslim dan muslimat untuk memanfaatkan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini dengan penuh ketaatan kepada Allah سبحانه وتعلى memperbanyak dzikir dan syukur kepadaNya, melaksanakan kewajiban-kewajiban dan menjauhi seluruh larangan serta memanfaatkan musim-musim ini untuk menyambut segala pemberian Allah سبحانه وتعلى yang dengannya kita meraih keridhaan-Nya.
Semoga Allah سبحانه وتعلى senantiasa menujuki kita kepada jalan yang lurus dan memberikan taufiq agar kita termasuk orang-orang yang memanfaatkan kesempatan emas seperi ini dengan baik, Amin yaa Rabbal ‘Alamin -Muh. Yusran Anshar, Lc-

Maraji’ : Risalah Fadhlu Ayyam Al’Asyr Min Dzilhijjah, Asy Syekh Abdulllah bin Abdirrahman Al Jibrin
Panduan Iedul Qurban ‘Iedul Qurban adalah salah satu hari raya di antara dua hari raya kaum muslimin, dan merupakan rahmat Allah shubhaana wa ta’ala bagi ummat Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam . Hal ini diterangkan dalam hadits Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam datang, sedangkan penduduk Madinah di masa jahiliyyah memiliki dua hari raya yang mereka bersuka ria padanya (tahun baru dan hari pemuda /aunul mabud), maka (beliau) bersabda: “Aku datang kepada kalian, sedangkan kalian memiliki dua hari raya yang kalian bersuka ria padanya di masa jahiliyyah, kemudian Allah menggantikan untuk kalian du a hari raya yang lebih baik dari keduanya; hari ‘Iedul Qurban dan hari ‘Iedul Fitri.” (HR. Ahmad, Abu Daud, An-Nasai dan Al-Baghawi, shahih, lihat Ahkamul Iedain hal. 8).
Selain itu, pada Hari Raya Qurban terdapat ibadah yang besar pahalanya di sisi Allah Shubhaanahu wa ta’ala , yaitu shalat ‘Ied dan menyembelih hewan kurban.

Ta’rif (pengertian) Udhiyah Udhiyah atau Dhahiyyah adalah nama atau istilah yang diberikan kepada hewan sembelihan (unta, sapi atau kambing) pada hari ‘Iedul Adha dan pada hari-hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah) dalam rangka ibadah dan bertaqarrub kepada Allah Shubhaanahu wa ta’ala .


Dalil-dalil Disyariatkannya berdasarkan Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma’

  1.  Dalil Al Qur’an Firman Allah Shubhaanahu wa ta’ala : “Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah” (QS. Al Kautsar : 2). Berkata sebahagian ahli tafsir yang dimaksud dengan berqurban dalam ayat ini adalah menyembelih udhiyah (hewan kurban) yang dilakukan sesudah shalat ‘Ied (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 4:505 dan Al Mughni 13:360)
  2. Dalil As Sunnah Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam berkurban dengan dua ekor domba jantan yang keduanya berwarna putih bercampur hitam dan bertanduk. Beliau shallallahu ‘alahi wa sallam menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri sambil membaca basmalah dan bertakbir” (HR. Bukhari dan Muslim)
  3. Dalil Ijma’ Seluruh kaum muslimin telah bersepakat tentang disyariatkannya (Lihat Al Mughni 13:360). Fadhilah (Keutamaan) Telah diriwayatkan oleh imam Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda bahwa menyembelih ( udhiyah) adalah amalan yang paling dicintai oleh Allah shubhaana wa ta’ala dari anak Adam (manusia) pada hari itu dan sangat cepat diterima oleh-Nya sampai diibaratkan, sebelum darah hewan sembelihan menyentuh tanah, namun riwayat ini lemah karena pada sanadnya ada Abu Al Mutsanna Sulaiman bin Yazid dan dia telah dilemahkan olah ulama-ulama hadits) (Lihat Takhrij Misyatul Al Mashobin 1:462)

Walaupun demikian ulama telah bersepakat bahwa berkurban adalah ibadah yang paling utama (afdhal) dikerjakan pada hari itu dan dia lebih utama dari pada sekedar berinfaq.

Imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata : “Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam telah melakukan udhiyah,demikian pula para khalifah sesudah beliau. Seandainya bersede-kah biasa lebih afdhal tentu mereka telah melakukannya”. Dan beliau berkata lagi : “Mangutamakan sedekah atas udhiyah akan mengakibatkan ditinggalkannya sunnah Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam ”. ( Al Mughni 13:362)

Hukummya Hukum Udhiyah adalah Sunnah Muakkadah (sangat ditekankan) bahkan sebagian ulama mewajibkan bagi yang mampu, namun pendapat yang rajih (kuat) adalah pendapat jumhur ulama yang mengatakan sunnah muakkadah dan dimakruhkan meninggalkannya bagi orang yang sanggup mengerjakannya – Wallahu A’lam-
Imam Ibnu Hazm rahimahullah berkata : “Tidak ada khabar yang shahih yang menunjukkan bahwa salah seorang dari shahabat memandang hukumnya wajib”

Hukum sunnah ini bisa menjadi wajib oleh satu dari dua sebab berikut: -Jika seseorang bernadzar untuk berkurban. -Jika ia telah mengatakan ketika membeli (memiliki) hewan tersebut: “Ini adalah hewan udhiyah (kurban)” atau dengan perkataan yang semakna dengannya.

Hikmah Qurban -Taqarrub (pendekatan) kepada Allah shubhaana wa ta’ala -Menghidupkan sunnah Ibrahim dan semangat pengorbanannya -Berbagi suka kepada keluarga, kerabat, sahaya dan fakir miskin -Tanda kesyukuran kepada Allah shubhaana wa ta’ala atas karunia-Nya

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda :“Hari-hari ini adalah hari makan dan minum serta berdzikir kepada Allah shubhaana wa ta’ala ” (HR. Muslim)

Syarat Hewan yang dijadikan Udhiyah Udhiyah tidak sah kecuali pada unta, sapi dan kambing :
  1. Unta minimal 5 tahun
  2. Sapi minimal 2 tahun
  3. Domba minimal 6 bulan
  4. Kambing biasa minimal 1 tahun
Dan tidak mengapa menyembelih hewan yang telah dikebiri, sebagaimana yang telah diriwayatkan dari Abu Rafi radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam menyembelih dua ekor domba yang berwarna putih bercampur hitam yang sudah dikebiri (HR. Ahmad).

Apalagi hewan yang telah dikebiri lebih baik dan lebih lezat. Hewan Yang Tidak Sah Dijadikan Udhiyah Merupakan syarat dari udhiyah adalah bebas dari aib/ cacat. Karenanya tidak boleh menyembelih hewan yang memiliki cacat, diantaranya :
  1. Yang sakit dan tampak sakitnya
  2. Yang buta sebelah dan tampak pecaknya
  3. Yang pincang dan tampak kepincangannya
  4. Yang sangat kurus sehingga tidak bersumsum lagi
  5. Yang hilang sebahagian besar tanduk atau telinganya
  6. Dan yang termasuk tidak pantas untuk dijadikan udhiyah adalah yang pecah atau tanggal gigi depannya, yang pecah selaput tanduknya, yang buta, yang mengitari padang rumput namun tidak merumput dan yang banyak kudisnya.
Waktu Penyembelihan Penyembelihan dimulai seusai shalat ‘Iedul Adha hingga akhir dari hari-hari tasyrik yaitu sebelum terbenam matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah. Dan sebagian ulama memandang waktu terakhir berkurban adalah terbenamnya matahari pada tanggal 12 Dzulhijjah -Wallahu A’lam-

Dari Al Baro’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda yang artinya :
“Sesungguhnya yang pertama kali dilakukan pada hari (‘Iedul Adha) ini adalah shalat, kemudian kita pulang lalu menyembelih (udhiyah). Barangsiapa yang melakukan seperti ini maka telah sesuai dengan sunnah kami dan barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat maka sembelihan itu hanyalah daging untuk keluarganya dan tidak termasuk nusuk (ibadah)” (HR. Bukhari dan Muslim)

Do’a yang dibaca Saat Menyembelih “ Bismillahi Allahu Akbar” (Dengan nama Allah, Allah Yang Maha Besar) Dan boleh ditambah : “Allahumma Hadza Minka Walaka Allahumma Hadza An…….” Ya Allah, sembelihan ini dari-Mu dan bagi-Mu. Ya Allah sembelihan ini atas nama ……(menyebutkan nama yang berkurban)” (HSR. Abu Daud)
Urutan Udhiyah yang afdhal
  1. Seekor unta dari satu orang
  2. Seekor sapi dari satu orang
  3. Seekor domba dari satu orang
  4. Seekor kambing biasa dari satu orang
  5. Gabungan 7 orang untuk seekor unta
  6. Gabungan 7 orang untuk seekor sapi
Beberapa Hal Yang Berkenaan Dengan Udhiyah - Jika seseorang menyembelih udhiyah maka amalan itu telah mencakup pula seluruh anggota keluarganya (R. Tirmidzi dan Malik dengan sanad yang hasan)
  • Boleh bergabung tujuh orang pada satu udhiyah yang berupa unta atau sapi (HR. Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi)
  • Disunnahkan untuk membagi udhiyah menjadi tiga bagian : Sepertiga buat yang berkurban, sepertiga dihadiahkan dan sepertiga disedekahkan.
  • Dibolehkan memindahkan hewan kurban ketempat atau negeri lain
  • Tidak boleh menjual kulit dan daging sembelihan
  • Tidak boleh memberikan kepada penjagal (tukang sembelih) upah dengan daging tersebut dan hendaknya upah dari selainnya (R. Muslim dari Ali radhiyallahu ‘anhu )
  • Disunnahkan juga bagi yang mampu untuk menyembelih sendiri hewan kurbannya .
  • Barang siapa yang bermaksud untuk berkurban maka dilarang baginya memotong kuku dan rambutnya atau bulu yang melekat dibadannya sejak masuk tanggal 1 Dzulhijjah (HR. Muslim). Namun jika ia memotongnya, maka tidak ada kaffarah (tebusan) baginya namun hendaknya ia beristigfar kepada Allah shubhaana wa ta’ala, dan hal ini tidak menghalanginya untuk berkurban.
  • Hendaknya menyembelih dengan pisau, parang (atau sejenisnya) yang tajam agar tidak menyiksa hewan sembelihan
  • Seorang wanita boleh menyembelih hewan kurban
Barang siapa yang tidak sanggup untuk berkurban maka ia mendapat pahala –Insya Allah- karena Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam telah berkurban atas namanya dan atas nama kaum muslimin yang tidak mampu untuk berkurban.
Maraji’:
  1. Fiqh As Sunnah, Asy Syekh Sayyid Sabiq
  2. Al mughni, Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisy
  3. Ahkamul ‘Iedain, Asy Syekh Ali Hasan Ali Abdul Hamid Al Atsary
Sumber : wahdah.or.id

Sumber : http://abuthalhah.wordpress.com/2009/11/18/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah-panduan-qurban/

Dzulhijjah yang Tidak Kalah Istimewa dengan Ramadhan
Tinggal hitungan hari lagi umat muslim akan memasuki bulan kelima dalam tahun Hijriyah, Dzulhijjah. Seperti halnya bulan Ramadhan yang penuh keistimewaan, bulan ini juga memiliki banyak keistimewaan selain kebahagiaan merayakan hari raya Idul Adha. Beberapa keistimewaan tersebut saya rangkum dalam tulisan ini. Semoga bisa menjadi motivasi kita untuk memperbanyak amalan kita

1. Terdapat kewajiban “haji” yang merupakan amalan teristimewa

Kenapa disebut teristimewa? ibadah haji dapat dikatakan puncak dari pengalaman rohani seorang muslim karena dalam haji, seseorang juga melaksanakan ibadah-ibadah lainnya seperti sholat, puasa, zakat (berupa kurban), mengaji, berdzikir, dan sebagainya. Haji yang mabrur setara dengan berjihad di jalan Allah seperti disabdakan Rasulullah S.A.W. dalam hadits-nya:
“Dari Abu Hurairah Ra. ia berkata: Rasulullah SAW ditanya: “Amal ibadah apakah yang paling utama?” Beliau bersabda: “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Dikatakan (kepadanya): “Kemudian apa?” Beliau bersabda: “Jihad di jalan Allah.” Dikatakan (kepadanya): “Kemudian apa?” Beliau bersabda: “Haji yang mabrur.” ( HR. Al-Bukhari dan Muslim)
kesetaraan haji dengan jihad ini juga terdapat dalam hadits riwayat Bukhari lainnya,
“Dari Aisyah Ra ia berkata, aku bertutur: ‘Ya Rasulullah kami melihat bahwasanya berjihad adalah amal ibadah yang paling utama, apakah kami (para wanita) tidak berjihad? Maka beliau bersabda: ‘Bagi kalian (kaum wanita), jihad yang paling utama adalah haji mabrur’.”
Dengan memahami dalil-dalil di atas, seharusnya tidak ada alasan pula bagi seorang muslim untuk takut kalau-kalau meninggal saat berhaji karena insyaAllah jika hajinya tergolong mabrur ia mati dalam keadaan syahid seperti orang-orang yang mati saat beperang membela agama Allah. Menurut informasi yang penulis dapat, mabrur itu sendiri didefinisikan sebagai kondisi ketika seorang yang telah berstatus haji menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, bersedia meninggalkan segala bid’ah yang dikerjakan masyarakat pada umumnya, dan tidak mengulangi perbuatan maksiat yang pernah dilakukannya. Status mabrur ini juga termasuk prakondisi bahwa biaya yang digunakan untuk pergi haji haruslah berasal dari usaha yang halal.

Saya tidak akan menulis terlalu banyak di sini mengenai hal ini karena masih ada empat poin lagi yang ingin saya ceritakan tentang keistimewaan bulan Dzulhijjah. Hal-hal “istimewa” lainnya seputar haji dapat Anda baca di sini, sini, atau di sini. Terkait dengan haji ini, ternyata juga banyak hadits-hadits palsu (dhaif), Anda dapat mengeceknya di sini. Saya rekomendasikan Anda untuk membacanya karena Abul a’la Al Maududi berkata:

…jika iman berharga untuk Anda, maka seharusnya tidak ada keberatan pada diri Anda untuk mempelajari hal-hal yang dapat melindungi harta Anda yang paling berharga itu setidaknya satu jam dari waktu hidup Anda sehari

2. Sepuluh hari pertama adalah hari-hari terbaik sepanjang tahun, maka amal baik apa saja yang dikerjakan pada masa-masa ini menjadi amal yang sangat dicintai Allah, bahkan lebih daripada jihad.

Oke, tanpa kita tahu apa sebabnya saja, kita sudah bisa melihat dari ibadah haji yang memang jatuh pada waktu-waktu ini, kemudian puasa “Arafah” yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah, lalu ada pula hari raya Idul Adha saat para hewan kurban ‘mati syahid’ jatuh pada tanggal 10 bulan ini. Namun, ternyata bukan karena itu saja sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah menjadi spesial, Imam Al Bukhari telah meriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas r.a. dari Rasulullah SAW, bahwa beliau bersabda:
“Tidaklah ada amal yang lebih utama daripada amal-amal yang dikerjakan pada sepuluh hari Dzulhijjah ini.” Lalu para sahabat bertanya, “Tidak juga Jihad?” Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menjawab,”Tidak juga Jihad, kecuali seseorang yang keluar (untuk berjihad) sambil mempertaruhkan diri (jiwa) dan hartanya,lalu kembali tanpa membawa sesuatupun.” (HR. Bukhari)
Amalan-amalan yang dianjurkan dalam hari-hari ini antara lain: -memperbanyaktakbir, tahlil, tahmid, dan dzikir -memperbanyaksholat sunnah -berpuasa ‘Arafah -berkurban

3. Puasa “Arafah” yang bisa menghapus dosa dua tahun
“Puasa Arafah menghapus dosa-dosa (kecil) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim).
Mungkin banyak dari Anda yang sudah pernah atau bahkan familiar dengan hadits di atas. Tentang waktu puasa Arafah ini sendiri biasanya setiap orang memiliki keyakinan yang berbeda. Ada yang mengasumsikan tanggal 9 Dzulhijjah menurut waktu di daerah tempat tinggalnya, ada pula yang menganut waktu Arab, yaitu pada hari jamaah haji di sana melakukan wukuf. Misalnya, kadang hari ‘Arafah di Arab tiba lebih dulu daripada hari ‘Arafah di Indonesia sehingga ada orang Indonesia yang berpuasa pada tanggal 8 Dzulhijjah menurut waktu Indonesia. Saya pikir hal ini tidak masalah selama semuanya diniatkan sebagai ibadah “puasa hari ‘Arafah” yang untuk meraih ridho-Nya. Hanya saja, dari hadits-hadits yang saya temukan, puasa ‘Arafah ini memang selalu disebutkan “puasa pada hari ‘Arafah”, tidak ada yang menyebut secara eksplisit “puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah”. Sekali lagi, perbedaan ini saya kira tidak menjadi soal karena kalaupun puasa ‘Arafah itu tidak bersamaan dengan hari ‘Arafah di padang ‘Arafah, insyaAllah puasa tersebut mendapat pahala berpuasa di hari-hari mulia di bulan Dzulhijjah

4. “Berqurban” merupakan amalan yang paling dicintai Allah pada hari Nahr atau Idul Adha

Saya kutipkan hadits Rasulullah berikut ini:
“Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai Allah dari bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan qurban”. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan hakim)
Beruntunglah kita yang masih bisa berqurban, baik atas nama pribadi maupun keluarga. Sekedar info saja, berikut ini saya kutipkan data harga hewan qurban tahun 2008 / 1429 H…


Hmm, masih ada waktu satu minggu untuk menghitung-hitung budget Kalo Anda pengen banget bisa qurban tapi uang tetap tidak mencukupi, mungkin join dengan teman-teman Anda bisa menjadi solusinya. InsyaAllah nggak akan mengurangi pahala kok…Allah tahu seberapa besar kemampuan hamba-Nya. Hehe.
Akhir kata, semoga Allah berkenan untuk mempertemukan kita semua dengan bulan Dzulhijjah dan memberikan kemudahan bagi kita untuk dapat melaksanakan rangkaian ibadah pada bulan tersebut, sebagai ungkapan syukur kita atas karunia-Nya. Amin.

Sumber :http://egadioniputri.wordpress.com/2008/11/28/dzulhijjah-yang-tidak-kalah-istimewa-dengan-ramadhan/#more-330


Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Catatan ini kami tujukan untuk kami pada khususnya
dan untuk semua pembaca pada umumnya...
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan... Amin
Wassalam...

Semoga Bermanfaat...
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut Anda note ini bermanfaat...

Lampirkan sumbernya ya... Syukron

HARI PAHLAWAN NASIONAL

PERINGATAN HARI PAHLAWAN NASIONAL
10 NOVEMBER

Hari ini, 65 tahun yang lalu, terjadi "Peristiwa 10 November". Peristiwa perang besar ini, terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Berikut latar belakangnya. Pada tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta dan pada tanggal 25 Oktober mereka mendarat di Surabaya. Tentara Inggris didatangkan ke Indonesia atas keputusan dan atas nama Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan yang ditahan Jepang, dan memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Tetapi, di samping itu, tentara Inggris juga memeliki tujuan rahasia untuk mengembalikan Indonesia kepada pemerintah Belanda sebagai jajahannya.

Berbagai perkembangan yang terjadi telah menunjukkan hal itu dan meledakkan kemarahan rakyat Indonesia di berbagai daerah. Hal ini menyulut berkobarnya bentrokan-bentrokan bersenjata antara pasukan Inggris dengan beraneka-ragam badan perjuangan yang dibentuk oleh rakyat. Puncaknya adalah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur, pada tanggal 30 Oktober.

Karena terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby itu, maka penggantinya (Mayor Jenderal Mansergh) mengeluarkan sebuah ultimatum. Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut ditolak oleh Indonesia. Alasannya, antara lain, Republik Indonesia sudah berdiri, dan Tentara Keamanan Rakyat sebagai alat negara juga telah dibentuk.

Maka, pada tanggal 10 November (pagi), tentara Inggris mulai melancarkan serangan besar-besaran, dengan mengerahkan sekitar 30 000 serdadu, 50 pesawat terbang dan sejumlah kapal perang. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang gugur dan luka-luka. Tetapi, perlawanan para pejuang tetap berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Pihak Inggris salah menduga bahwa Kota Surabaya bisa direbut dalam waktu tiga hari saja, salah. Mereka perlu waktu sampai sebulan!

"Peristiwa 10 November", pada kemudian hari, diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional. Bukan hanya untuk mengenang begitu banyaknya pahlawan yang gugur, atau lamanya pertempuran dan besarnya kekuatan lawan.

Bung Tomo dalam rapat umum di Malang berpidato untuk mengumpulkan pakaian untuk korban surabaya, April 1947 [ IPPHOS; 20000808 ]

Namun, juga untuk mengingatkan kita pada peran dan pengaruhnya, yang begitu besar padajalannya revolusi. "Peristiwa 10 November" bisa menggerakkan rakyat untuk ikut serta, baik secara aktif maupun pasif, dalam perjuangan membela bangsa dan Tanah Air.

Pahlawan Kehidupan
Berkaitan dengan Hari Pahlawan Nasional, motivator kita Andrie Wongso mengatakan, "Jika kita mau menggali lebih dalam, kita terlahir untuk jadi pemenang. Selalu ada jiwa seorang patriot dalam diri setiap insan, yang akan menjadikan kita sebagai pahlawan.

Tentu, kita tak harus angkat senjata di medan laga untuk menjadi pahlawan sebenarnya. Melakukan berbagai hal positif dan memberi makna dalam kehidupan ini, bisa menjadi kita seorang pahlawan.

Oleh karena itu, pada Hari Pahlawan Nasional ini, saya mengajak agar kita bersama kembali menengok ke dalam diri sendiri, tentang apa-apa saja yang sudah kita lakukan. Jika sukses yang didapat, terus pertahankan! Jika gagal yang terjadi, teruslah berjuang. Jika kebaikan yang kita petik, segera bagikan. Jika keburukan yang kita tuai, evaluasi dan segera lakukan perbaikan. Saya yakin, jika semangat ini terus dipertahankan, niscaya, kita akan tampil sebagai ‘pahlawan-pahlawan' kehidupan. Salam sukses, luar biasa!"

Sumber :   http://www.andriewongso.com/awartikel-3066-Peristiwa_Luar_Biasa-Peringatan_Hari_Pahlawan_Nasional


Hari Pahlawan, Sejarahnya, Pidato Bung Tomo, dan Zaman ini

Hari Pahlawan, Sejarahnya, Pidato Bung Tomo, dan Zaman ini.
Mungkin butuh waktu untuk memahami kembali tentang hari pahlawan. Ada beberapa pertanyaan di benak, mengapa 10 November, bagaimana sejarah peristiwanya, kemudian tentang makna kata pahlawan itu sendiri, lalu tentang peringatannya dan maknanya dalam kehidupan sekarang. Saya pun menilik mesin pencari berharap dapat memberi cukup gambaran.

Tak lepas dari sejarah panjang bangsa Indonesia, penguasaan negeri ini oleh Bangsa Belanda dengan penuh kekerasan selama tiga ratusan tahun tentu membawa luka yang tak ringan. Rangkaian kejadian besar dialami bangsa ini pada tahun1945 setelah lama hidup tertindas hingga akhirnya sampai pada peristiwa besar perang melawan Belanda dan Inggris pada tanggal 10 November 1945.

Berdasar dari sumber wikipedia, urutan kejadian yang berkaitan adalah diawali dengan masuknya tentara Jepang ke Indonesia. Pada 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian, tepatnya, 8 Maret, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang berdasarkan perjanjian Kalidjati. Sejak itulah, Indonesia diduduki oleh Jepang.

Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus 1945. Mengisi kekosongan tersebut, Indonesia kemudian memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

Rakyat dan para pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya pada 25 Oktober.
Tentara Inggris didatangkan ke Indonesia atas keputusan dan atas nama Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Tetapi, selain itu, tentara Inggris juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada pemerintah Belanda sebagai jajahannya. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan tentara Inggris.

Rakyat Indonesia yang telah merasa merdeka setelah diproklamirkannya kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 merasa tidak rela dengan kedatangan pasukan Inggris dan Belanda tersebut. Belanda dan Sekutu pun tidak rela jika kekuasaan jatuh ke bangsa Indonesia karena mereka lah yang telah mengalahkan Jepang sehingga berhak mendapatkan kekuasaan mereka kembali atas negeri ini.

Konflik antara rakyat Indonesia dengan tentara Sekutu dan Belanda pun tak terhindarkan. Sekutu dan Belanda melakukan tindakan politik dengan berlindung pada organisasi sosial akhirnya berujung pada Insiden di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya.

Gencatan senjata pun diadakan antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris pada tanggal 29 Oktober 1945, keadaan berangsur-angsur mereda. Tetapi walau begitu tetap saja terjadi keributan antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya.

Bentrokan-bentrokan bersenjata dengan tentara Inggris di Surabaya, memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober 1945. Mobil Buick yang sedang ditumpangi Brigjen Mallaby dicegat oleh sekelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah. Karena terjadi salah paham, maka terjadilah tembak menembak yang akhirnya membuat mobil jenderal Inggris itu meledak terkena tembakan. Mobil itu pun hangus.

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya (Mayor Jenderal Mansergh) mengeluarkan ultimatum yang merupakan penghinaan bagi para pejuang dan rakyat umumnya.

Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut ditolak oleh Indonesia. Sebab, Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri (walaupun baru saja diproklamasikan), dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebagai alat negara juga telah dibentuk.
Selain itu, banyak sekali organisasi perjuangan yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar. Badan-badan perjuangan itu telah muncul sebagai manifestasi tekad bersama untuk membela republik yang masih muda, untuk melucuti pasukanJepang, dan untuk menentang masuknya kembali kolonialisme Belanda (yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia).

Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan besar-besaran dan dahsyat sekali, dengan mengerahkan sekitar 30.000 serdadu (26.000 didatangkan dari Divisi ke-5 dengan dilengkapi 24 tank Sherman), 50 pesawat tempur, dan sejumlah besar kapal perang.

Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom, ditembaki secara membabi-buta dengan meriam dari laut dan darat. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang meninggal dan lebih banyak lagi yang luka-luka. Tetapi, perlawanan pejuang-pejuang juga berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk.

Pihak Inggris menduga bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo 3 hari saja, dengan mengerahkan persenjataan modern yang lengkap, termasuk pesawat terbang, kapal perang, tank, dan kendaraan lapis baja yang cukup banyak.

Namun di luar dugaan, ternyata para tokoh-tokoh masyarakat yang terdiri dari kalangan ulama’ serta kyai-kyai pondok Jawa seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat umum (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) juga ada pelopor muda seperti Bung Tomo dan lainnya. Sehingga perlawanan itu bisa bertahan lama, berlangsung dari hari ke hari, dan dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur.

Pertempuran besar-besaran ini memakan waktu sampai sebulan, sebelum seluruh kota jatuh di tangan pihak Inggris.

Naskah Pidato Bung Tomo
Bismillahirrohmanirrohim.. MERDEKA!!!

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini tentara inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara jepang mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera puitih

tanda bahwa kita menyerah kepada mereka

Saudara-saudara di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di surabaya ini di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana

hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara dengan mendatangkan presiden dan pemimpin2 lainnya ke Surabaya ini maka kita ini tunduk utuk memberhentikan pentempuran tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya

Saudara-saudara kita semuanya kita bangsa indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara inggris itu dan kalau pimpinan tentara inggris yang ada di Surabaya ingin mendengarkan jawaban rakyat Indoneisa ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indoneisa yang ada di Surabaya ini dengarkanlah ini tentara inggris ini jawaban kita ini jawaban rakyat Surabaya ini jawaban pemuda Indoneisa kepada kau sekalian

hai tentara inggris kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu kau menyuruh kita membawa senjata2 yang telah kita rampas dari tentara jepang untuk diserahkan kepadamu tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada tetapi inilah jawaban kita: selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah! keadaan genting! tetapi saya peringatkan sekali lagi jangan mulai menembak baru kalau kita ditembak maka kita akan ganti menyerang mereka itu kita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka

Dan untuk kita saudara-saudara lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka semboyan kita tetap: merdeka atau mati!

Dan kita yakin saudara-saudara pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita sebab Allah selalu berada di pihak yang benar percayalah saudara-saudara Tuhan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar!
Allahu Akbar!
Allahu Akbar!
MERDEKA!!!

Peristiwa berdarah di Surabaya ketika itu juga telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia. Perlawanan lain seperti di Jakarta, Bogor, Bandung sampai dengan aksi membakar kota 24 Maret 1946 dan Mohammad Toha meledakkan gudang amunisi Belanda, Palagan Ambarawa, Medan, Brastagi, Bangka dll. Perlawanan ini terus berlanjut baik dengan senjata maupun dengan negosiasi para pimpinan negeri seperti perjanjian Linggajati di Kuningan, perjanjian di atas kapal Renville, perjanjian Roem-Royen sampai akhirnya Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda pada tahun 1949.

Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itu hingga akhirnya momen 10 November dijadikan sebagai Hari Pahlawan.

Apa makna kata “pahlawan” ? menurut KBBI online, pahlawan = kb. orang yang pemberani dalam mengorbankan jiwa dan raga untuk membela kebenaran; pejuang yang gagah berani.

Peringatan hari pahlawan diadakan setiap tahun di Indonesia dengan berbagai kegiatan, namun apakah hal itu membuat bangsa ini lebih baik? atau meningkatkan nilai kepahlawanan di masyarakat? Mampukah melahirkan para pahlawan di zaman sekarang ini?

Kita tentu prihatin atas apa yang melanda kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia ini. Negeri dengan banyak suku bangsa, budaya, yang terpisah oleh bentuk kepulauan. Berbagai pemikiran, idiologi, pendapat, intrik, doktrin, propaganda, konspirasi meramaikan situasi. Kemerdekaan dari penjajahan bangsa lain yang tercapai dengan banyak sekali pengorbanan dan energi, bagaimana bangsa ini kini mengisinya?

Siapa yang telah melihat, bahwa bangsa ini telah mengisinya berbagai sisi, namun sisi negatif masih nampak jelas. Kemerdekaan oleh bangsa ini telah dinikmati untuk memuaskan hawa nafsu, pesta pora, bersenang-senang dan hura-hura. Juga memenuhi ambisi, berebut kekuasaan, berlomba menumpuk harta, kebebasan berekspresi tak peduli rusaknya moral dan dampak negatif sosial, demonstrasi melampiaskan amarah dan anarkis, kekerasan, kekacauan, kerusuhan dan teror, korupsi, kolusi dan manipulasi. Belum lagi kerusakan yang lebih parah yaitu kerusakan dan kejahatan yang mengatasnamakan agama, merubah dan menyelewengkan ajaran agama, dikira sebagai kebaikan namun sebenarnya kejahatan yang sangat besar bahaya kerusakannya. Terasa kering kehidupan bangsa ini, bencanapun tak jarang mengguncang negeri ini namun manusia tak juga menyadari.

Mana rasa syukur kita? dikatakan bahwa kemerdekaan ini adalah rahmat dari Allah Yang Maha Esa. Lalu bagaimana sikap bangsa ini kepada-Nya? Lupa, melupakan atau tak mau ingat? Sibuk terbuai dengan dunia seakan kan hidup selamanya dan banyak juga yang putus asa menghadapi kehidupan. Sedikit sekali mengingat-Nya, mempelajari dan mengamalkan petunjuk-Nya. Semangat sekali mempelajari dunia namun tak juga jaya dunia negeri ini.

Harapan kembali pada kita untuk instrospeksi, mengenali jati diri, bukan hanya sebagai bangsa namun sebagai manusia yang sedang menempuh perjalanan kembali pada Allah Tuhan Yang Maha Tinggi. Kembali pada petnjuk-Nya yang penuh kebaikan, cahaya kehidupan, cahaya langit dan bumi.

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (lihat.QS.7.Al-A’raaf:96)

Semoga Allah -ta’ala- mengampuni kita, merahmati kita dan memberi kita hidayah-Nya.

Sumber : http://danangwirawan.wordpress.com/2009/11/11/hari-pahlawan-sejarahnya-pidato-bung-tomo-dan-zaman-ini/


Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Catatan ini kami tujukan untuk kami pada khususnya
dan untuk semua pembaca pada umumnya...
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan... Amin
Wassalam...

Semoga Bermanfaat...
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut Anda note ini bermanfaat...

Lampirkan sumbernya ya... Syukron

KUNJUNGAN OBAMA HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER

 Obama Tabur Bunga di TMP Kalibata

Kunjungan Obama di Indonesia Peringatan Hari Pahlawan 10 November. Presiden AS Barack Obama Tabur Bunga Di TMP Kalibata Usai Upacara Hari Pahlawan. Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada Rabu 10 November, Presiden Amerika Serikat Barrack Husein Obama dikabarkan akan melakukan tabur bungan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Baca Pidato Presiden Iran Ahmadinejad Sidang Umum PBB Memegang Al-Qur'an dan Injil Membuat Presiden As Barack Obama Tersinggung.

"Presiden Obama datangnya siang sekitar 10.30 WIB tapi belum pasti karena masih berubah-berubah," terang salah satu staf TMP Kalibata yang enggan disebut identitasnya, Senin (8/11/2010).

Namun, ia tidak mengetahui makam yang mana yang akan ditabur bunga oleh Obama. Lebih lanjut, kedatangan Obama tidak berbarengan dengan Presiden SBY yang dikabarkan akan memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di TMP ini.

"Jadi kedatangan Obama tidak berbarengan dengan Presiden SBY," imbuhnya.

Berkaitan dengan itu, mulai esok hari, TMP Kalibatan akan disterilkan. Para pengunjung umum dan pedagang kaki lima yang biasa berjualan disekitar TMP, untuk sementara tidak diperbolehkan memasuki area ini.

Bahkan, ada beberapa orang asing yang mondar-mandir di TMP ini memantau kondisi terkini TMP Kalibata. "Ada beberapa orang mungkin dari Kedubes AS atau Gedung Putih setiap hari ke sini untuk memantau dan ngecek lokasi," ungkapnya. tribunnews.com

Barack Obama, Presiden AS Barack Obama, Kunjungan Obama di Indonesia, Hari Pahlawan, Peringatan Hari Pahlawan 10 November, Taman Makam Pahlawan TMP Kalibata, Jadwal Kunjungan Obama di Indonesia, Maksud Kunjungan Barack Obama Ke Indonesia, Video Youtube

Sumber :  http://besteasyseo.blogspot.com/2010/11/kunjungan-obama-hari-pahlawan-10.html


OBAMA BILANG ASSALAMUALAIKUM
Pidato Obama Saat Keterangan Pers di Jakarta Indonesia

Obama Bilang Assalamualaikum Pidato Obama Saat Keterangan Pers Di Jakarta Istana Merdeka. Kunjungan Obama Ke Indonesia - Presiden Amerika Serikat Barack Obama masih sangat fasih mengucapkan kata-kata dalam bahasa Indonesia. Saat memberikan keterangan pers bersama Presiden SBY di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 9 November 2010, Presiden Obama dengan lancar mengucapkan kata-kata dalam bahasa Indonesia, "terima kasih". Kata ini memang sudah akrab dan kerap diucapkan Obama beberapa kali. Lihat Pidato Obama Ucapan Assalamualaikum Menarik Simpati Masyarakat Indonesia Kunjungan Obama Ke Jakarta dan Alasan Tifatul Salaman Dengan Michelle Istri Obama Karena Grogi Bikin Hot Twitter. Selain itu, ia juga dengan jelas menyapa hadirin dengan ucapan "selamat sore" kepada para wartawan yang meliput. Tak cuma itu, di Indonesia yang merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Barack Hussein Obama juga menutup sambutannya dengan salam Muslim "assalamualaikum."

Di awal sambutannya, Presiden Obama sempat bernostalgia. Ia mengatakan saat di perjalanan dari Bandara Halim Perdanakusumah menuju Istana Merdeka, ia sudah tidak lagi mengenali wilayah Jakarta sekarang. Cuma ada satu bangunan yang masih diingatnya. "Sarinah, tapi sekarang lebih rendah dari bangunan tinggi lain di sekitarnya," katanya, disambut tawa hadirin. vivanews.com

Inilah pidato Obama saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka bersama Presiden SBY video ucapan terima kasih Obama bilang Assalamualaikum youtube. Dengan mengucapkan salam Islam tersebut Presiden Obama berusaha menarik simpati kaum Muslim di Indonesia. Obama memang jago diplomasi. Semoga sukses kunjungan Obama ke Jakarta - Indonesia

Sumber : http://besteasyseo.blogspot.com/2010/11/video-youtube-obama-bilang.html

ISI PIDATO OBAMA DI INDONESIA KULIAH UMUM UI
Kunjungan Obama Ke Jakarta


Isi Pidato Obama Di Indonesia Jakarta Kuliah Umum UI Kunjungan Obama Ke Jakarta. Pihak Gedung Putih, Amerika Serikat, menyampaikan tema isi pidato Presiden AS Barack Obama saat memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat. Lihat Youtube Video Pidato Obama Di Istana Merdeka Jakarta (Indonesia) Ucapkan Terima Kasih dan Assalamualaikum Saat Keterangan Pers Dengan SBY.

Tema pidato tersebut mengenai demokrasi, pembangunan, pluralisme, dan agama. Pidato ini disebut-sebut sebagai pidato besar yang pengaruhnya setara dengan pidato Obama ketika di Kairo, Mesir, pada Juni 2009 lalu.

Kami dapatkan informasi mengenai <span>tema isi pidato Obama</span> ini dari Deputy National Security Advisor, Ben Rhodes.

"Beliau mengatakan bahwa isi pidato Obama ini setara dengan pidato Obama di Mesir yang berjudul 'A New Beginning'," kata Kepala Kantor Komunikasi Vishnu Juwono, Selasa (9/11/2010) di Depok, Jawa Barat.

Karena ini pidato besar, kata Vishnu, kemungkinan kecil ada sesi tanya jawab di acara tersebut. Vishnu tidak menjelaskan apakah pidato tersebut disampaikan dengan teks atau tidak.

Adapun alasan pemilihan tema ini, katanya, atas pertimbangan bahwa Indonesia dipandang sebagai negara yang patut menjadi teladan dalam hal demokrasi.

Indonesia juga merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Pidato tersebut juga menjadi sarana Obama yang ingin mendekatkan hubungan antara Amerika Serikat dan dunia Islam.

Lihat Video Youtube Tifatul Salaman Dengan Michelle Istri Obama Kunjungan Ke Jakarta Indonesia dan Jadwal dan Rute Lengkap Kunjungan Obama Ke Jakarta Kunjungan Presiden AS Barack Obama Presiden AS

Rencananya, kuliah umum Obama berlangsung di Gedung Balairung UI, Rabu (10/11/2010) mulai sekitar pukul 11.00 WIB. kompas.com

Barack Obama, Pidato Obama, Isi Pidato Obama, Isi Pidato Presiden Obama Di Indonesia, Pidato Obama di Jakarta, Presiden Obama Kuliah Umum di UI, Kunjungan Obama Ke Jakarta Indonesia, Video Pidato Obama di Indonesia, Youtube Pidato Obama Jakarta, Istana Merdeka, Unievrsitas Indonesia, Michelle Obama, Susilo bambang Yudhoyono SBY

Sumber :   http://besteasyseo.blogspot.com/2010/11/isi-pidato-obama-di-indonesia-kuliah.html


PIDATO AHMADINEJAD SIDANG UMUM PBB PEGANG AL QURAN INJIL
Presiden AS Obama Tersingung

Pidato Presiden Iran Ahmadinejad Sidang Umum PBB Memegang Al-Qur'an dan Injil. Presiden As Barack Obama tersinggung dengan pidato Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad yang fenomenal di Sidang PBB. Saat berpidato, Ahmadinejad memegang kitab suci Alquran dan Injil. Ia menyinggung tentang rencana pembakaran Alquran oleh sebuah gereja di Florida, AS guna memperingati serangan 11 September walaupun akhirnya membatalkan aksi pembakaran Alquran. Selain itu Ahmadinejad juga mencetuskan teori apa yang sebenarnya terjadi pada 11 September 2001. Salah satu teori, menurut Ahmadinejad, adalah sebuah kelompok teroris melakukan serangan itu dan pemerintah AS memanfaatkannya untuk melancarkan perang di Timur Tengah. <span>Pidato kontroversial dari Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad</span> di depan Sidang Umum PBB, membuat jengah Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama.

Ahmadinejad sebelumnya mengatakan, Pemerintah AS terlibat sepenuhnya dalam tragedi serangan teroris 11 September 2001 lalu.

"Presiden (Obama) menilai, pidato tersebut amat memalukan dan kasar, terlebih diutarakan di dekat lokasi serangan 11 September," ungkap seorang pejabat senior AS seperti dikutip AFP, Jumat (24/9/2010).

Saat Ahmadinejad menyampaikan pidato tersebut, delegasi AS langsung memutuskan keluar dari ruang sidang. Aksi delegasi AS ini diikuti oleh delegasi dari negara-negara barat lainnya.

Mereka langsung ke luar saat Ahmadinejad menyatakan Pemerintah AS berada di belakang serangan 11 September yang telah menewaskan sekira tiga ribu orang di Menara WTC.

Presiden Iran tersebut juga memaparkan teori-teori yang menyatakan, adanya upaya yang didalangi oleh Pemerintah AS demi menjaga keselamatan Israel.

"Presiden Ahmadinejad lagi-lagi mengutarakan pernyataan berupa teori konspirasi dan anti-semit daripada menyuarakan aspirasi rakyatnya di Sidang PBB," ujar juru bicara delegasi AS Mark Kornblau.

Pidato Ahmadinejad di Sidang Umum PBB Memengang Kitab Suci Al Qur'an Menyinggung Presiden Barack Obama

Sumber :   http://besteasyseo.blogspot.com/2010/09/pidato-ahmadinejad-sidang-umum-pbb.html


PIDATO AHMADINEJAD DI PBB TIDAK DIMAAFKAN OBAMA
Fakta Tragedi WTC 11 Sep 2001 (TEORI KONSPIRASI)

Pidato Ahmadinejad di PBB Ungkap Teori Konspirasi Tragedi WTC. Presiden AS Barack Obama tidak memaafkan pidato sang Presiden Iran tentang fakta peristiwa 11 September 2001 runtuhnya gedung kembar WTC yang disampaikan dalam Sidang Umum PBB di Manhattan dekat Ground Zero. Teori konspirasi yang sudah lama menjadi rahasia umum namun kerap ditutupi oleh negara adidaya super power Amerika Serikat. Saat menyampaikan pidato di Sidang PBB Ahmadinejad memegang Al-Qura'an dan Injil.

Dalam pidatonya di depan sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan <span>Amerika Serikat merupakan dalang di balik serangan 11 September 2011</span>
.

Sontak, pidato itu membuat Presiden AS Barack Obama meradang dan mengatakan bahwa pernyataan Ahmadinejad tidak dapat dimaafkan.

"Pidato Ahmadinejad sangat menyinggung dan penuh dengan kebencian," kata Obama pada wawancaranya dengan BBC Persia, Jumat 24 September 2010, seperti dilansir dari stasiun berita CNN.

Ahmadinejad dalam pernyataannya menginginkan PBB untuk membentuk komite pencari fakta untuk menyelidiki insiden 9/11.

Dia mengatakan bahwa beberapa orang di pemerintahan AS merupakan dalang penyerangan tersebut untuk menaikkan perekonomian AS yang menurun. Selain itu, insiden tersebut sebagai alasan untuk semakin menekan Timur Tengah demi kepentingan rezim zionis.

"Dia (Ahmadinejad) bahkan membuat pernyataan tersebut di sini, di Manhattan, yang hanya berjarak sedikit saja dari ground zero," tuturnya.

Apalagi, masyarakat dari berbagai keyakinan dan etnis melihat insiden itu sebagai tragedi yang memilukan. "Pernyataan yang dikeluarkannya tidak dapat dimaafkan," ujar Obama.

Obama mengatakan bahwa pernyataan Ahmadinejad dalam pidatonya di PBB bertolak belakang dengan simpati yang diberikan oleh masyarakat Iran sesaat setelah peristiwa 9/11.

"Hal ini sekali lagi menunjukkan perbedaan, bagaimana kepemimpinan Iran dan rezim ini bekerja. Saya pikir, kebanyakan rakyat Iran, yang saling menghormati dan menghargai, juga memikirkan mengenai masalah ini," tutur Obama.

Sependapat dengan Obama, juru bicara misi AS untuk PBB, Mark Komblau, mengatakan pidato Ahmadinejad di luar konteks yang seharusnya.

"Bukannya mewakili aspirasi dan harapan warga Iran, Ahmadinejad sekali lagi mengangkat teori konspirasi keji dan stigma anti-semit yang mengatakan bahwa mereka (Yahudi) menjijikkan dan suka berkhayal,” ujar Komblau.

Akibat pernyataannya ini, delegasi AS langsung walk-out dari ruang sidang saat Ahmadinejad tengah berpidato. Diikuti oleh delegasi negara-negara Uni Eropa, Australia, Selandia Baru, Kanada, dan Kosta Rika. vivanews.com

pidato ahmadinejad di pbb, video pidato ahmadinejad sidang umum pbb, teks pidato ahmadinejad di sidang umum pbb ground zero, obama tidak memaafkan mahmud ahmadinejad presiden iran, perseteruan amerika serikat vs iran wtc, teori konspirasi tragedi 11 sep 2001, fakta di balik runtuhnya gedung menara kembar wtc.

Sumber :   http://besteasyseo.blogspot.com/2010/09/pidato-ahmadinejad-di-pbb-tidak.html

Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Catatan ini kami tujukan untuk kami pada khususnya
dan untuk semua pembaca pada umumnya...
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan... Amin
Wassalam...

Semoga Bermanfaat...
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut Anda note ini bermanfaat...

Lampirkan sumbernya ya... Syukron