Laman

Jumat, 25 Februari 2011

Mengapa Kebanyakkan Penghuni Neraka adalah Wanita?


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
"Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (At Tahrim : 6)

Imam Ath Thabari rahimahullah menyatakan di dalam tafsirnya :
“Ajarkanlah kepada keluargamu amalan ketaatan yang dapat menjaga diri mereka dari neraka.”

Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhu juga mengomentari ayat ini :
“Beramallah kalian dengan ketaatan kepada Allah, takutlah kalian untuk bermaksiat kepada-Nya dan perintahkan keluarga kalian untuk berdzikir, niscaya Allah menyelamatkan kalian dari neraka.”
Dan masih banyak tafsir para shahabat dan ulama lainnya yang menganjurkan kita untuk menjaga diri dan keluarga dari neraka dengan mengerjakan amalan shalih dan menjauhi maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala."

Di dalam surat lainnya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.”  (Al Baqarah : 24)

Allah Azza Wa Jalla berfirman :
"Sekali-kali  tidak  dapat.  Sesungguhnya  neraka  itu  adalah  api  yang bergejolak.  Yang mengelupaskan kulit kepala" (Surat Al-Ma’aarij (70) ayat 15-16)

Ibnu Mubarak rohimahullah menyebutkan  sebuah  hadits dari Khalid bin Abu Imran dengan sanad  yang  sampai  kepada  Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam, beliau bersabda  :
"Sesungguhnya api neraka akan membakar penghuninya, sehingga tatkala  api  telah  membakar sampai ke hati mereka. Api tersebut berhenti, kemudian  kebali  seperti  semula.  Kemudian  datang lagi… dan akan terus seperti itu untuk selamanya"  (HR. Ibnu Mubarak dengan sanad hasan)

Adapun  pedihnya  siksanya  api  nerakaImam  malik Rohimahullah meriwayatkan di dalam kitabnya  yaitu  Al-Muwaththa dari  Abu  Hurairah rodhiallahu anhu ,  bahwa  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda :
“ Api Bani Adam yang mereka nyalakan (di dunia) adalah satu dari tujuh  puluh  bagian api neraka Jahannam “, Para shahabat berkata : “ Wahai Rasulullah,  dengan  api  dunia  saja sudah cukup untuk menyiksa “ (seperti apakah  siksanya  ?,  Dan  tidak ada siksa melebihi dari siksa kerasnya dan bagaimanakah  wajah  malaikat Zabaniyah ketika menyiksa).
Beliau bersabda, "Sesungguhnya  (Jahannam ) melebihi panasnya (api dunia) sebanyak enam puluh Sembilan kali lipatnya."

Mengapa kebanyakkan penghuni neraka adalah wanita ?
Diriwayatkan  dari  Usamah  bin  Zaid rodhiallahu anhu , dia berkata : Rasulullah SAW bersabda :
“ Aku  berdiri  di  pintu surga (ternyata) kebanyakkan orang yang masuk ke dalamnya  adalah  orang-orang lemah, sedangkan orang-orang yang kemuliaan (yaitu  :  orang  berharta,  orang yang mempunyai kedudukan dan kebahagiaan materil tertahan (dari masuk surga), tetapi penduduk neraka diperintahkan untuk  masuk neraka. Aku berdiri di pintu neraka, ternyata kebanyakkan yang masuk ke dalamnya adalah para wanita". (Hadits ini shahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim)

Dan  dihadits  lain  pun  diriwayatkan  dari Imran bin Hushain radhiyAllahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wa salam, beliau bersabda :
"Aku  melihat-lihat  ke  dalam  surga,  … Aku juga melihat-lihat ke dalam neraka, maka aku melihat kebanyakkan penghuninya adalah para wanita". (Hadits shahih riwayat Bukhari dan diriwayatkan juga oleh Kutubbusittah).

Sungguh.  Allah  telah  menampakkan kepada Nabi kita Shallallahu alaihi wasalam tentang Surga dan Neraka pada malam Isra’ Mi’raj, ketika itu beliau melihat-lihat  kedalam  surga, ternyata penghuninya adalah orang-orang yang fakir.  Beliau  juga  melihat-lihat  ke  dalam  neraka ternyata kebanyakkan penghuninya adalah para wanita. (sekarang yang kita tanyakan? apakah para wanita yang telah dijelaskan oleh beliau pada masa beliau?
jawabnya : Tidak.  Bukankah  Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam telah bersabda :
“Sebaik-baiknya  masa adalah pada masaku, kemudian sesudahnya …(tabi’in) … ”

Hadits cukup di kenal dikalangan para ahli ilmu tentang keshahihannya) Lalu siapakah yang disebutkan oleh beliau tentang para wanita. Wallahu ‘Alam ?)

Kemudian  apa  kesalahan mereka ? apakah mereka tidak taat kepada Allah danRasul-Nya,  ataukah  mereka beryakinan bahwa agama itu harus memuaskan hawa nafsunya. Atau  mereka  telah  menganggap  bahwa  mereka telah berbuat sebaik-baiknya dalam kehidupan dunia, kalaulah benar, berarti benar apa yang dikatakan oleh Allah Ta’ala :
“ Katakanlah: Apakah (mau) Kami beritahu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang sia-sia saja perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat usaha yang sebaik-baiknya. Mereka itulah orang-orang yang mengingkari (kufur) terhadap ayat-ayat Allah dan menemui-Nya, maka hapuslah amal pekerjaan mereka, dan Kami mengadakan suatu pertimbangan terhadap (amalan) mereka di hari kiamat.Demikianlah, balasan mereka ialah jahanam, disebabkan mereka kufur/ingkardan karena mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan Rasul-rasul- Ku sebagai olok-olok. “ (Surat Al-Kahfi (18) ayat 103-106)

Ketahuilah, Wanita muslimah. Atau apakah mereka telah mengadakan adanya pilihan lain untuk urusannya, padahal Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, tapi bagi mereka ada pilihan lain agar sesuai dengan hatinya atau ikut-ikutan dengan orang-orang disekitarnya.
Padahal Allah Ta’ala mengatakan dalam firman-Nya : 
"Dan tidaklah (patut) bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya ia telah tersesat, sesat yang nyata". (Surat Al-Ahzab (33) ayat 36) .

Dan inipun berlaku bagi laki-laki dan para wanita. Dan firman-Nya :
"Dan barangsaiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada harikiamat dalam keadaan buta". (Surat Thaha (20) ayat 124).

Lalu kenapa mereka tidak ittiba’ ( mengikuti ) kepada para wanita yang ada pada masa Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam yang beliau tetapkan bahwa pada masa beliaulah yang terbaik.

Bukankah pada masa sekarang ini semua telah mengikuti perbuatan al yahuddan wa an nashara, sehasta demi sehasta … lalu sejengkal demi sejengkal … apasih yang tidak diikuti di negeri kita ini (negeri Indonesia yang tercinta yaitu negeri anak bangsa) … hampir semua diikuti … tidak ada yang sisa satupun  … yang harampun dihalalkan dan halalpun  diharamkan  lalu mulailah dengan cara berpakaian ,makanpun berdiri (yaitu pernikahaan yang makannya berdiri seperti prasmanan) bukankah ini bentuk tasyabuh (menyerupai) dan lain sebagainya. (dan ini adalah merupakan sebahagian dari tanda-tanda kiamat).

Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim rohimahullah, bahwa beliau bersabda :
"Ada dua kelompok penghuni neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya, yaitu kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi lalu mencambukkannya ketubuh manusia. Kemudian sekelompok wanita yang mengenakan pakaian namun layaknya telanjang. Condong dan berjalan melenggak-lenggok dan kepalanya bergoyang seperti punuk unta yang bergoyang. Mereka tidak akan masuk surga, bahkan tidak dapat mencium aromanya, padahal aroma surga dapat terciumdalam jarak perjalanan segini dan segitu".  (Hadits shahih riwayat Muslim dan lainnya).

Nabi Shallallahu alaihi wa salam telah melihat-lihat kejadian dunia yang akan datang dan berbagai peristiwa yang menakutkan, maka beliau mengetahui sesuatu yang dipakai oleh wanita, sehingga beliau menyebutkan haditst tersebut. Jadi… kita tidak perlu heran dalam hal itu.

Berikut perkataan para ulama-ulama tentang hadits tersebut :
Al Hafizh Abu Al Khaththab
berkata : “ Sabda beliau,
"Ada dua kelompok penghuni neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya". Maksudnya adalah kelompok dari golongan segala hal.

Ibnu Faris di dalam kitab Al Mujmal
Mengatakan bahwa cambuk termasuk siksaan yang sesuai dan cambuk artinya mencampur suatu bagian dengan bagian yang lain.

Sabda beliau : "
Sekelompok wanita yang mengenakan pakaian namun layak telanjang". Maksudnya dilihat dari segi baju mereka berpakaian, sedangkan dilihat dari segi agama mereka telanjang, karena mereka terbuka dan menampakkan lekuk-lekuk bentuk tubuh mereka dan sebahagian kecantikannya.

Ada yang mengatakan bahwa maksudnya adalah : mereka memakai baju dengan kain tipis, jadi mereka pada hakekatnya telanjang.

Dikatakan pula mereka berpakaian di dunia dengan berbagai perhiasan haram yang tidak boleh dipakai, sehingga mereka telanjang pada Hari Kiamat.

Sabda beliau : "Condong dan berjalan melenggak-lenggok".
Maknanya adalah penyimpangan yang dilakukan mereka adalah dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, kepada suami dan berjalan dengan sombong serta mencari perhatian agar mereka dipuji dan disanjung sehingga hati laki-laki berhasrat kepada mereka lantaran perhiasan yang mereka tampakkan dan aroma harum yang semerbak.

Karena kelembutan pada dasarnya menginginkan semua hal yang bisa terbang dengan ringan, bisa mengungkap keadaannya dengan hawa nafsunya, dan lebih cepat menempel daripada sebuah benda yang tipis. Oleh karena itu, kita wajib memperingatkannya dan tidak boleh memberikan ijin dengan perasaan serta hawa nafsu mereka.

Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas secara marfu bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam bersabda :
"Aku melihat neraka dan sama sekali belum pernah melihat pemandangan seperti hari ini. Aku melihat kebanyakkan penghuninya adalah para wanita". Para shahabat bertanya : "Mengapa wahai Rasulullah?". Beliau menjawab: "Karena kekufuran mereka". Beliau ditanya, "Apakah mereka kufur terhadapAllah?". Beliau bersabda "Mereka kufur terhadap suami dan mengingkari kebaikkan. Jika engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka sepanjang masa. Kemudian dia menemukan sesuatu yang dia benci pada dirimu, maka dia akan berkata : "Aku sama sekali tidak pernah melihat kebaikkan pada dirimu."

Ketahuilah!!!... bahwa penduduk surga minoritas adalah para wanita.
Imam Al Qurthubi menyatakan bahwa para ulama kita berkata :
"Sesungguhnya minoritas penduduk surga adalah para wanita, karena mereka dikalahkan oleh hawa nafsu, cenderung pada kehidupan dan perhiasan dunia dan lemahnya akal mereka untuk menembus akhirat dengan penglihatan batin mereka."

Ali bin Abu Thalib berkata :
“Wahai manusia, jangan menaati perintah seorang wanita,… dan jangan ajak wanita tanpa perintah dari suami, karena jika mereka meninggalkan keinginan mereka, berarti mereka merusak kepemilikan dan mendurhakai pemiliknya.
Wanita tidak memiliki agama tatkala menyendiri, tidak memiliki ketakwaan tatkala terjerumus ke dalam hawa nafsu yang fana. Wanita-wanita shalih diantara mereka adalah wanita-wanita yang berbuat maksiat dan wanita-wanita jelek di antara mereka adalah wanita-wanita berzina. Sedangkan wanita yang terjaga kehormatannya tidak ada."

Pada diri mereka terdapat tiga karakter yang dimiliki oleh sebagaimana orang-orang al Yahud yaitu :
"Terzhalimi, padahal mereka sendiri yang berbuat zhalim, Berdusta, padahal mereka sendiri yang bersumpah, Menolak, padahal mereka sendiri yang mempunyai keinginan …"

Mintalah perlindungan kepada Allah dari ahzab-Nya dan bertobatlah.
Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyAllahu anhu, dia berkata “Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam keluar pada hari Idul Adha atau Idul Fitri ke mushalla (tanah lapang) ketika beliau melewati beberapa wanita, beliaupun bersabda :
"Wahai para wanita, bersedekahlah kalian, karena aku melihat kalian paling banyak menghuni neraka “. Mereka bertanya “ Mengapa demikian wahai Rasulullah ? “. Beliau menjawab : “ (Karena) kalian banyak mengeluh dan kufur terhadap suami". (Hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim)

Dan perlu di ingat pada zaman kita sekarang ini wanita paling banyak bersedekah atau berinfaq, tapi herannya mereka tidak sesuai dengan agamanya. (yaitu cara beragamanya satu contoh cara berpakaian dengan membuka salah satu auratnya walaupun hanya telapak kaki dan mereka selalu mengikuti hawa nafsunya, dan mereka selalu berpergi sendirian dan tanpa disertai mahramnya, bukankah ini bentuk ketidaktaatan, yaitu sesuai keinginan mereka dan yang cocok dengan hati mereka)

Dalam sebuah hadits yang masyhur disebutkan :
"Kalau saja aku (boleh) memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada orang lain, niscaya kuperintahkan perempuan (isteri) untuk bersujud (maksudnya adalah taat kepada suami, dan bentuk ketaatan ini ada batasnya,kepada suaminya, karena besar hak suami atas dirinya" (Hadits shahih ini di riwayatkan Ibnu Majah, Al Hakim dan Imam Al Baghawi dalam Syarh As-Sunnah dan tafsirnya).

Karena sujud itu hanya boleh ditujukan kepada Allah Azza Wa Jalla.

Wahai Saudariku Muslimah
Saya berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, semoga Allah Subhanahu wa ta’ala mengembalikan anda kepada agama Islam dengan baik, memegang teguh syariat-Nya, menghiasi diri dengan rasa malu, dan senantiasa berpakaian yang Islami. Saya sangat mencintai dan sayang kepadamu. Dan sebagai penasihat yang tidak menghendaki apa-apa kecuali balasan pahala dan ridla Allah, Rabb di atas segala yang dituhankan.

Janganlah kalian berbaris di belakang propaganda palsu ini yang hanya merupakan fatamorgana bagi yang haus. Bagaimana tidak, padahal engkau telah mengetahui hakekat ajaran ini. Sementara yang mereka serukan menjadikanmu sebagai barang dagangan murah, sehingga mereka dapat menikmati tubuhmu ( maksudnya : melihat tubuhmu tanpa hijab) , padahal Allah ta’ala menghendaki agar hal itu ditutup dan dijaga. Ketahuilah wahai saudariku muslimah, bahwa semua yang tertutup itu disenangi dan dicintai-Nya.

Karena itulah Allah ta’ala memerintahkan anda untuk berhijab dan menutup (aurat). Dia menciptakan kamu dari mani, dan menjadikan kamu dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Apakah kebaikan-Nya engkau balas dengan kejelekan, dengan merusak dan membuang jauh-jauh syariat-Nya, serta menolak perintah-perintah-Nya?

Maka kembalilah anda ke jalan yang lurus, semoga Allah Subhanahu wa ta’ala memberkahimu, dan janganlah mengikuti langkah-langkah syaitan, karena anda akan menjadi penghuni neraka.

Marilah kita bersama menyingsingkan lengan dengan sungguh-sungguh, menyebarluaskan keutamaan, dan bersatu padu memerangi kebejatan moral, membangun masyarakat yang beradab, bersih dan suci. Anda adalah pendamping pria dalam kehidupan. Perjuangan tidaklah sempurna kecuali dengan anda, di samping pertolongan Allah. Anda adalah isteri shalihah yang baik, sekaligus sebagai ibu, teladan dan sekolah untuk membentuk generasi penegak panji Islam; dan suami anda menginginkan anda menjadi tangan kanannya, menghilangkan segala kelelahan dan penghibur di kala susah. Begitulah keadaan isteri-isteri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan isteri-isteri para shahabat, semoga Allah Subhanahu wa ta’ala meridlai mereka semua. Amin.

Berkata seorang penyair :
Tirulah mereka, walaupun tidak dapat seperti mereka (para shahabat). Sungguh meniru orang-orang mulia itu adalah suatu kemenangan.

Ketahuilah wahai saudariku Muslimah, jalan menuju Surga tidaklah dihiasi dengan bunga-bunga nan indah, melainkan dipenuhi dengan rintangan-rintangan yang berat untuk dilalui oleh manusia kecuali orang-orang yang diberi ketegaran iman oleh Allah. Tetapi ingatlah di ujung jalan ini ada Surga yang Allah sediakan untuk hamba-hamba-Nya yang sabar menempuhnya.

Ketahuilah pula bahwa jalan menuju neraka memang indah, penuh dengan syahwat dan kesenangan dunia yang setiap manusia tertarik untuk menjalaninya. Tetapi ingat dan sadarlah bahwa neraka menanti orang-orang yang menjalani jalan ini dan tidak mau berpaling darinya semasa ia hidup di dunia.

Allahu ta’ala A’lam bish showab...

Sumber : http://abufahmiabdullah.wordpress.com/2010/10/23/mengapa-kebanyakkan-penghuni-neraka-adalah-wanita/


Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Catatan ini kami tujukan untuk kami pada khususnya
dan untuk semua pembaca pada umumnya...
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan... Amin
Wassalam...

Semoga Bermanfaat dan bisa kita ambil hikmahnya... Amin
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut anda notes ini bermanfaat...

Catatan :
Lampirkan sumbernya ya... Syukron

Tidak ada komentar:

Posting Komentar